Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi

Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 18 Februari 2026 | 07:35 WIB
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi (Dok. Istimewa)
  • YOAI memperingati Hari Kanker Anak Internasional dengan mengevaluasi dampak program edukasi tahun sebelumnya di Jakarta.
  • Fokus YOAI meluas dari pengobatan medis menuju pemulihan jangka panjang termasuk aspek sosial dan psikologis anak.
  • "Ride of Joy" digelar sebagai terapi psikososial menyenangkan untuk meningkatkan kepercayaan diri para pejuang kanker anak.

Suara.com - Peringatan Hari Kanker Anak Internasional tahun ini menjadi momentum penting bagi Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI). Mengusung tema “Demonstrating Impact; From Challenge to Change” yang merupakan bagian dari kampanye global Childhood Cancer International (CCI), peringatan yang digelar di Jakarta ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga reflektif. 

Setelah melalui rangkaian tema global sejak 2024, memetakan tantangan, menginspirasi aksi, hingga kini mengevaluasi dampak YOAI ingin memastikan bahwa setiap langkah benar-benar membawa perubahan nyata bagi anak-anak dengan kanker.

Ketua YOAI, Rahmi L. Adi Putra, menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya pihaknya telah membagikan buku panduan “Kanker pada Anak Bisa Sembuh, Asalkan…” kepada orang tua pasien. Tahun ini, dampaknya dievaluasi melalui wawancara dengan keluarga penerima manfaat. 

“Tema ini berfokus pada evaluasi hasil dari aksi tahun sebelumnya,” ujarnya. Upaya ini menunjukkan bahwa edukasi bukan hanya disampaikan, tetapi juga diukur efektivitasnya dalam mendampingi keluarga selama proses pengobatan dan pemulihan.

Sembuh Bukan Garis Akhir

Dalam kesempatan ini, Rahmi juga menegaskan bahwa fokus organisasi dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya pada akses pengobatan, tetapi juga pemulihan jangka panjang. 

“Pengobatan tentu sangat penting tetapi setelah pengobatan, program pemulihan ini juga tidak kalah penting,” ujarnya. Ia menyoroti realitas bahwa sebagian survivor kanker anak yang telah kembali ke sekolah masih menghadapi perlakuan kurang menyenangkan dari lingkungan sekitarnya.

Pandangan ini diperkuat oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi Onkologi Anak, Endang Windiastuti, SpA, SubspHO (K). Menurutnya, kesembuhan medis hanyalah satu bagian dari tujuan besar. 

“Sembuh saja tidak cukup. Kita harapkan mereka menjadi seorang anak penerus bangsa yang berkualitas,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa meskipun ada gejala sisa pasca-terapi, monitoring rutin dapat membantu mengatasinya lebih dini.

Secara medis, anak pasien kanker memang menjalani terapi intensif di rumah sakit hanya beberapa hari dalam satu siklus. Selebihnya, mereka berada di rumah dan lingkungan sosialnya. Di sinilah tantangan lain muncul, bagaimana memastikan anak tetap memiliki kesehatan mental, sosial, dan spiritual yang baik.

Dr. Endang menekankan bahwa kemoterapi bukan segalanya. Dalam penelitian yang dilakukan di rumah sakit, pendekatan multidisiplin yang menggabungkan terapi medis dengan dukungan sosial dan keluarga terbukti memberikan hasil lebih baik dibandingkan terapi medis saja. 

Bahkan, faktor yang paling berdampak signifikan adalah dukungan keluarga. Dalam budaya Indonesia yang banyak menganut sistem keluarga besar, dukungan ini sebenarnya memiliki fondasi kuat. 

Keterlibatan orang tua, saudara, hingga kakek-nenek dalam mendampingi anak bukan hanya memberi rasa aman, tetapi juga membantu mempercepat pemulihan emosional. Anak yang merasa dicintai dan diterima cenderung lebih percaya diri ketika kembali ke sekolah dan berinteraksi dengan teman sebaya.

Ia juga mengingatkan bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Aktivitas bermain bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari terapi psikososial. Bermain membantu anak mengekspresikan perasaan, membangun kembali relasi sosial, serta mengurangi trauma akibat pengalaman medis yang panjang.

Ride of Joy: Ketika Kebahagiaan Menjadi Bagian dari Terapi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teguran Keras Jaksa Agung: Stop Euforia Mewah di Ulang Tahun Badan Pemulihan Aset Kejaksaan!

Teguran Keras Jaksa Agung: Stop Euforia Mewah di Ulang Tahun Badan Pemulihan Aset Kejaksaan!

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 13:28 WIB

Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata

Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata

Health | Kamis, 05 Februari 2026 | 10:08 WIB

AdMedika dan TelkoMedika Bersinergi Dukung Pemulihan Kesehatan Korban Bencana di Sumatra

AdMedika dan TelkoMedika Bersinergi Dukung Pemulihan Kesehatan Korban Bencana di Sumatra

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 18:01 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB