Deli.Suara.com - Sebuah video yang menunjukkan sejumlah pemadat asyik mengisap sabu di sebuah pondok beredar dan menjadi viral di TikTok.
Dalam video yang diunggah akun Tiktok @acaii.medan, tampak bangunan yang terbuat dari kayu sudah disekat-sekat, dan ditutup terpal. Di dalamnya terdapat sejumlah bilik berukuran kecil.
Di dalam bilik tersebut tampak sejumlah pemadat baik laki-laki maupun perempuan tengah asyik mengisap pipet berisi narkoba jenis sabu-sabu.
Sontak saja, video yang di dalamnya bertuliskan 'sambosambosumut' ini begitu beredar langsung viral dan telah ditonton lebih dari dua juta warganet.
Belum diketahui apakah video ini apakah video lama yang kembali diupload, namun diduga lokasi video ini berada di perbatasan Medan-Binjai.
Tak lama setelah video ini beredar, polisi langsung bergerak melakukan penindakan dengan mendatangi lokasi barak narkoba yang berada di perbatasan Medan-Binjai, tepatnya di Jalan Sei Petani Kecamatan Binjai Selatan.
Dalam penggerebekan narkoba itu polisi menemukan bangunan kayu yang diduga menjadi bilik pesta sabu. Bukan itu saja, polisi juga menemukan sejumlah mesin judi jenis jackpot.
"Penggerebekan ini dilakukan atas perintah Bapak Kapolrestabes Medan dalam menindaklanjuti informasi dari masyarakat bahwa di Sky Garden Binjai diduga menjadi tempat peredaran narkoba, judi dadu dan mesin jackpot," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa, seperti dilansir dari SuaraSumut.id, Minggu (21/8/2022).
Ia mengatakan personel gabungan yang datang ke sana menemukan beberapa gubuk yang diduga dijadikan barak tempat bermain judi dan peredaran narkoba.
Baca Juga: Hasil Akhir Tottenham vs Wolves : Harry Kane Bawa The Lilywhites Menang 1-0
"Dari lokasi turut diamankan barang bukti 3 unit kotak mesin jackpot, alat hisap sabu/bong, buku rekap penjualan sabu, koin mesin jackpot seperempat kilogram, 6 buah senjata tajam dan ratusan plastik klip untuk penjualan sabu," ungkap Fathir.
Namun sayang, saat petugas datang ke sana, tak satupun pelaku penyalahgunaan narkoba, judi ataupun pemilik tempat yang ditangkap. Saat polisi datang, lokasi sudah sepi.
Meski begitu, Kasat Reskrim mengajak kepada warga masyarakat untuk mendukung dalam memberantas perjudian dan peredaran narkoba demi terciptanya kota Medan yang aman dan kondusif.