deli

Umar Patek Bisa Segera Bebas, Keluarga Korban Bom Bali di Australia Kecewa

Deli Suara.Com
Senin, 22 Agustus 2022 | 13:25 WIB
Umar Patek Bisa Segera Bebas, Keluarga Korban Bom Bali di Australia Kecewa
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese. (Foto: Suara.com)

Selama delapan tahun terakhir, Umar Patek mengatakan ia telah aktif dalam program-program deradikalisasi yang diselenggarakan lapas, BNPT maupun lembaga lain.

Menurut Zaeroji, lapas Surabaya tempat Umar Patek menjalani hukuman adalah salah satu lapas yang program deradikalisasinya dinilai berhasil.

“Sekarang ada tujuh napi terorisme di Lapas Surabaya dan semuanya telah menyatakan setia kepada NKRI,” ujar Zaeroji.

Sementara itu, rencana pengurangan masa penahanan ini datang di saat tahun ini akan diadakan peringatan 20 tahun bom Bali, yang direncanakan akan digelar di seluruh Australia, bulan depan.

PM Albanese menegaskan Pemerintah Australia akan melakukan kontak diplomatik dengan Indonesia atas pemberian remisi yang bisa membuat Umar Patek segera bebas.

“Kami pasti akan mengirimkan perwakilan diplomatik mengenai masalah ini, juga terkait masalah yang terus kami angkat yaitu tentang warga Australia yang saat ini berada di penjara Indonesia, demi kepentingan nasional Australia,” katanya. 

“Kabar ini tentu saja akan menambah penderitaan yang dirasakan warga Australia. Saya memikirkan para keluarga korban bom Bali pagi ini,” tuturnya.

Sementara itu, pihak oposisi di Australia mendesak agar Pemerintah melobi Indonesia agar tidak membebaskan Umar Patek lebih awal.

Menteri Luar Negeri bayangan, Simon Birmingham mengatakan kepada stasiun televisi Sky bahwa keluarga para korban mengharapkan Umar Patek menjalani hukuman sampai 2029.

Baca Juga: Pelatih Baru Injak Kaki di Graha Persib, Umuh: Saya Perkenalkan Luis Milla, Saya Bangga Senang

“Tidak ada pembebasan dini bagi keluarga-keluarga itu dari rasa sakit dan penderitaan yang terus mereka derita,” urainya.,

“Dan sama sekali tidak masuk akal untuk mengharapkan atas nama mereka, atas nama semua warga Australia yang marah dan semua orang di seluruh dunia yang merasakan sakit dan kemarahan dari Bom Bali hampir 20 tahun yang lalu, bahwa mereka yang diadili, dihukum dan harus menjalani hukuman penuh mereka,” tambahnya. 

“Pemerintah Albanese harus mengirimkan representasi yang kuat ke Indonesia, mendesak hal itu terjadi,” imbuhnya lagi.

Dalam kesempatan terpisah, Mantan Kapten Kingsley Football Club yang terletak di utara kota Perth di Australia Barat, Phil Britten berada di Sari Club bersama rekan satu tim nya saat bom meledak.

Dia mengatakan kepada ABC Radio Perth jika berita tentang pembebasan pembuat bom itu membuatnya terguncang.

“Saya mendengar berita itu tadi malam, dan saya tentu saja kecewa dan sejujurnya terguncang sekaligus takut,” katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI