Deli.Suara.com - Meski sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka, tukang es bernama Muhammad Agung Hidayatullah alias MAH (21) tidak ditahan. Pemuda asal Madiun, Jawa Timur itu juga telah dipulangkan polisi.
Juru bicara Divisi Humas Mabes Polri Kombes Ade Yahya Suryana menyampaikan pertimbangan penyidik tidak menahan tersangka yang berprofesi sebagai tukang es itu karena kooperatif.
"Tidak dilakukan penahanan karena kooperatif," ujarnya.
Ade mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap sosok hacker Bjorka.
"Timsus lagi menjalani lebih lanjut. Untuk updatenya ditunggu," katanya.
Motif MAH membantu Bjorka, diklaim karena ingin terkenal. Selain itu juga dikatakan penyidik demi menghasilkan uang.
"Motif tersangka membantu Bjorka agar dapat menjadi terkenal dan mendapatkan uang," ungkap Ade.
Ade membeberkan, peran MAH membantu Bjorka menyediakan akun Telegram atas nama @bjorkanism.
Berdasarkan hasil penyidikan, MAH sudah tiga kali mengunggah informasi dari situs https://breached.to/ ke akun Telegram @bjorkanism.
Baca Juga: Tukang Es Madiun Resmi Jadi Tersangka Kasus Bjorka, Perannya Bukan Main-main
Di antaranya pada tanggal 8 September 2022 'Stop Being an Idiot'; lalu 9 September 2022 'The next leak will come from the presiden of Indonesia'.
Dan 10 September 2022 'To support people who are struggling by holding demonstrations in Indonesia regarding the price of fuel oil. I will publish MyPertamina database soon'.
"Itu yang di-publish oleh tersangka tersebut," beber Ade.