Manajer Manchester City, Pep Guardiola diketahui sempat menyindir Manchester United dan kiper mereka, David de Gea, jelang menjuarai Liga Champions dengan mengalahkan Inter Milan 1-0 di partai final akhir pekan kemarin.
Gol Rodri di babak kedua sudah cukup untuk menobatkan Man City menjadi kampiun Eropa dan melengkapi treble winners.
Laga final berjalan lebih sengit daripada yang diduga kebanyakan pakar dan penikmat sepakbola, dengan Guardiola memuji kontribusi kiper Inter Andre Onana dalam mendistribusikan bola.
Kepiawaiannya bermain sebagai sweeper keeper banyak membantu Nerazzurri memenangi Coppa Italia dan finis ketiga di Serie A, serta mencapai final Liga Champions.
"Inter bukan cuma soal para striker dan lima bek – kiper mereka... sudah lama kita tidak melihat seseorang yang seperti Onana," kata Guardiola sebelum laga.
"Menghadapi kiper seperti dia, sulit untuk melakukan pressing tinggi. Jika Anda melakukan man-to-man, mereka bisa memilih untuk memberikannya ke para striker. [Romelu] Lukaku, Lautaro [Martinez], dan [Edin] Dzeko, mereka masternya menjaga bola."
Sementara itu, De Gea merupakan penjaga gawang yang lebih tradisional dengan kemampuan distribusi yang amat terbatas. Kiper 32 tahun tersebut terus-terusan mengirimkan umpan lambung sepanjang partai final Piala FA 3 Juni lalu, yang membuat United kesulitan menguasai bola.
"Sedangkan Manchester United, sebagai contoh, mereka memakai bola panjang, diberikan ke [Marcus] Rashford dan pemain satunya lagi. Mereka tak bisa menjaga bolanya."
"Sedangkan Inter bisa. Dan setelah meneruskan bola mereka berlari. Itulah mengapa Anda harus memikirkan apa yang perlu dilakukan."
Baca Juga: PSG Dilema, Manchester United Intip Peluang Boyong Kylian Mbappe
"Saat menguasai bola, wow, mereka (Inter) amat sangat bagus. Itulah mengapa mereka berada di final Liga Champions."