deli

PR di Jateng Masih Banyak, Sudah Cawe-Cawe Jakarta, Ganjar Diingatkan Jangan Terlalu Nafsu Berkuasa

Deli Suara.Com
Senin, 26 Juni 2023 | 15:46 WIB
PR di Jateng Masih Banyak, Sudah Cawe-Cawe Jakarta, Ganjar Diingatkan Jangan Terlalu Nafsu Berkuasa
Bakal calon presiden (Bacapres) PDIP, Ganjar Pranowo. ((ANTARA FOTO/Anis Efizudin))

Aksi Ganjar Pranowo mulai blusukan di pasar-pasar Jakarta menuai komentar Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul M Jamiluddin Ritonga. Jamil menilai Ganjar Pranowo lebih menunjukkan nafsu berkuasa dengan mengabaikan etika politik.

Langkah Ganjar menyampaikan keluhan pedagang pasar di Jakarta Utara kepada Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi itu dinilai sudah melampaui kapasitas.

"Hanya presiden yang punya kapasitas dan kewenangan melakukan hal itu. Presiden dapat meminta langsung kepada gubernur untuk menyelesaikan masalah tersebut," kata Jamiluddin, Senin (26/6/2023).

Sebagai bakal calon presiden, Jamiluddin melanjutkan, Ganjar seharusnya bisa menempatkan diri atas kewenangannya. Terlebih, sebelum mendeklarasikan maju ke panggung Pilpres, Ganjar merupakan Gubernur Jawa Tengah, bukan DKI Jakarta, yang ternyata juga masih memiliki segudang persoalan.

"Lebih baik Ganjar mengurus Jawa Tengah yang masih banyak persoalan. Kemiskinan di Jawa Tengah yang masih tinggi perlu diselesaikan sebelum masa jabatannya berakhir. Selain itu, Ganjar perlu fokus untuk mengatasi stunting. Hal itu perlu dilakukan agar target 14 persen tercapai apda tahun 2024," jelas Jamiluddin.

Tak cukup di situ, permasalahan Jawa Tengah soal banjir juga menjadi PR yang ditinggalkan Ganjar. PR-PR tersebut sebaiknya diatasi terlabih dahulu agar tak menjadi 'utang' untuk warga Jateng.

"Hal itu lebih baik dilakukan Ganjar agar ia tak punya utang janji di Jawa Tengah. Sebab utang janji itu sangat berat dan akan terus ditagih warga Jawa Tengah," lanjut Jamiluddin.

"Jadi, Ganjar tak perlu cawe-cawe ngurusin daerah lain. Apalagi wilayah yang dipimpinnya masih banyak masalah. Karena itu, Ganjar harus lebih mengedepankan etika politik daripada nafsu untuk berkuasa," tutupnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Baca Juga: Proyek CCUS Dinilai Hanya Akan Timbulkan Kerugian Ekonomi dan Kegagalan dalam Menangkap Emisi Karbon

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI