Lady Nayoan mengungkapkan bahwa suaminya, Rendy Kjaernett, sebenarnya telah berjanji untuk menutup tato wajah Syahnaz Sadiqah yang ada di punggungnya. Janji tersebut dilontarkan Rendy Kjaernett setelah melihat Lady Nayoan menangis di dalam kamar mereka.
Meskipun Lady Nayoan berusaha menunjukkan sikap yang santai di depan Rendy pada siang harinya, sesungguhnya ia merasa sangat terluka.
Rendy Kjaernett kemudian menemukan Lady Nayoan menangis di malam hari dan bertanya mengapa ia menangis dengan sedih. Lady Nayoan mengungkapkan bahwa sebenarnya ia tidak bisa menerima keadaan tersebut.
"Aku bersikap sesantai-santainya, malamnya dia tuh dia ngegepin (melihat) aku nangis. Aku hancur banget lah. Dia tanya, 'kamu kenapa nangis kayak gini? Jangan nangis kayak gini'. Aku bilang, 'aku sebenarnya enggak terima'," kata Lady Nayoan, di podcast Denny Sumargo yang diunggah Senin (26/6/2023).
Mengetahui bahwa Lady Nayoan merasa terluka oleh tindakannya, Rendy Kjaernett berjanji untuk menutup tato tersebut.
Namun, Rendy menjelaskan bahwa tato di punggungnya tidak mungkin dihapus menggunakan laser dan ia membutuhkan waktu untuk memikirkan gambar apa yang akan menggantikannya.
Rendy Kjaernett juga mengakui bahwa tato tersebut dibuat sebagai balasan atas tindakan Lady Nayoan yang melaporkannya ke polisi. Rendy merasa tidak terima karena ia bukanlah seorang kriminal. Pada saat itu, Lady Nayoan melaporkannya dengan tuduhan KDRT psikis.
Janji Rendy Kjaernett untuk menutup tato wajah Syahnaz Sadiqah di punggungnya menunjukkan upaya untuk memulihkan hubungan dengan Lady Nayoan. Meskipun ada ketegangan di antara mereka, harapannya adalah bahwa melalui komunikasi dan pengertian, mereka dapat menemukan jalan untuk memperbaiki hubungan mereka ke arah yang lebih baik.
Baca Juga: Gibran Ajukan Stadion Manahan Sebagai Venue Piala Dunia U-17 2023