Beredar kabar pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang memaksa semua santriwati untuk jual diri. Perintah Panji itu disebut-sebut telah membuat 24 santriwati sampai hamil di luar nikah.
Kabar itu dibagikan oleh akun YouTube Roda Politik pada Senin (26/7/2023). Hingga berita ini dipublikasikan, postingan video yang dibagikan akun Roda Politik itu telah disaksikan hampir 10 ribu kali.
Dalam narasinya, akun ini mengabarkan 'Breaking News' tentang 24 santriwati yang hamil di luar nikah. Penyebab puluhan santriwati itu hamil di luar nikah disebut karena dipaksa Panji Gumilang untuk jual diri.
Adapun narasi yang dibagikan akun Roda Politik dalam judul video sebagai berikut:
“24 SANTRI HAMIL DI LUAR NIKAH TERNYATA PANJI GUMILANG PAKSA SEMUA SANTRI WATI JUAL DIRI.”
Sedangkan narasi dalam sampul video atau thumbnail sebagai berikut:
“BREAKING NEWS24 SANTRI HAMIL DI LUAR NIKAH. TERNYATA PANJI GUMILANG PAKSA SEMUA SANTRI JUAL DIRI.”
Lantas benarkah narasi yang dibagikan akun Roda Politik itu?
PENJELASAN
Baca Juga: Ciri-Ciri Manusia yang Baik dalam Buku 'Membedah Kepribadian Kekasih Allah'
Berdasarkan penelusuran, narasi Panji Gumilang memaksa seluruh santriwati untuk jual diri, hingga 24 santriwati dikabarkan mengalami kehamilan di luar nikah adalah kabar tidak benar.
Faktanya, isi video itu saat ditelusuri sama sekali tidak menyertakan informasi kredibel mengenai Panji Gumilang memaksa semua santriwati untuk jual diri. Begitu pula tidak ada sumber yang valid terkait 24 santriwati mengalami kehamilan di luar nikah.
Kenyataannya narator dalam video justru hanya membacakan artikel dari media bandungsuara.com. Artikel yang dimaksud itu berjudul “Viral Kontroversi Ponpes Al Zaytun Indramayu, Bebas Berzina hingga Pencabulan: Banyak Santri Hamil di Luar Nikah.”
Isi artikel itu membahas tentang kontroversi yang terjadi di Ponpes Al Zaytun. Di antaranya dugaan bebas berzina hingga pencabulan. Dugaan itu sendiri disampaikan oleh mantan santri di Ponpes Al Zaytun, yakni Ken Setiawan.
Ken mengatakan, dalam Ponpes Al Zaytun, ada aktivitas nyeleneh seperti pesta seks, pencabulan, perzinaan hingga santriwati hamil diluar nikah.
Tak hanya itu, Ken juga menyebut santriwati Ponpes Al Zaytun bisa berzina tanpa dosa. Syaratnya, mereka harus menebus dosa zina dengan uang sebesar Rp 2 juta.