Pengamat Sepak Bola Akmal Marhali secara blak-blakan tak ingin prestasi Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-17 dicampuri lagi oleh urusan politik.
Akmal memuji kemajuan PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir yang memiliki banyak terobosan baik secara organisasi maupun perubahan di Timnas Indonesia.
"PSSI di bawah Erick Thohir memang melakukan banyak terobosan sejatinya, misalnya terobosan-terobosan yang dilakukan bukan hal baru karena pengusu sebelumnya juga pernah melakukannya, namun perlu kita dukung," kata Akmal, Minggu (25/6).
Kendati begitu, Akmal khawatir gelaran Piala Dunia U-17 2023 akan dicampuri urusan politik seperti Piala Dunia U-20 yang sempat gagal digelar di Indonesia kemarin.
Akmal tidak ingin ada agenda para politisi di momentum sepak bola ini mengingat tahun politik semakin dekat.
"Jangan sampai kemudian ada 'PDIP' lagi di Piala Dunia U-17. PDIP bukan berarti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tapi Piala Dunia Isinya Politik," tegas Akmal.
Akmal lantas mengenang lagi kasus Piala Dunia U-20 yang gagal digelar lantaran sejumlah politisi yang menolak kedatangan pemain Timnas Israel. Padahal, menurut Akmal ada tidaknya Israel sebenarnya sama saja, sepak bola akan dicampuri urusan politik karena Pilpres 2024.
"Pilpres 2024 sudah dekat dan di mana pelaksanaan Piala Dunia U-17 dekat dengan rencana kampanye partai politik, dan menariknya ini bukan cuma pemilihan presiden saja seluruh pemilihan dijadikan satu," ujar Akmal.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Baca Juga: 5 Tips Mengolah Daging Kambing agar Terhindar dari Penyakit, Yuk Terapkan