Juru bicara Anies Baswedan sekaligus anggota Tim 8 Koalisi Perubahan, Sudirman Said mengkritisi sikap pemerintah yang dianggap tengah mencari-cari kesalahan dari Jakarta International Stadium (JIS). Said lantas mempertanyakan hubungan sikap pemerintah dengan Anies Baswedan.
JIS merupakan janji Anies sebagai gubernur DKI Jakarta pada 2017 lalu. Empat tahun berselang, Anies kemudian berhasil meresmikan stadion yang disebut bertaraf internasional itu.
JIS yang menjadi stadion terbesar di Asia itu mampu menampung hingga 82 ribu penonton. Meski dibangun dengan segala kemewahannya, JIS kini dianggap tidak layak untuk menjadi venue Piala Dunia U-17 oleh pemerintah.
“Apakah karena JIS yang membangun Anies lantas dipermasalahkan? Mengapa tidak memasalahkan stadion-stadion yang lain? Apakah JIS sedemikian bermasalah, sehingga tidak layak diajukan sebagai salah satu venue?” tanya Said melalui keterangannya, Kamis (6/7/2023).
Said juga bingung ketika pemerintah begitu konsen mencari kesalahan di setiap sudut JIS.
“Kok pemerintah pusat seperti terus mencari-cari kekurangan? Masyarakat pasti memiliki pertanyaan yang sama, apa salahnya mengakui ada karya anak bangsa yang bermutu tinggi?” ujarnya.
Padahal menurutnya, banyak lembaga internasional, lembaga profesi dan pemain sepak bola internasional yang memberikan apresiasi pada kualitas stadion JIS. Sudirman tidak menampik jika kemudian ada pandangan di masyarakat bahwa polemik terkait JIS bernuansa politis. Pasalnya JIS merupakan peninggalan Anies Baswedan selama menjabat Gubernur DKI Jakarta.
“Persepsi demikian mau tidak mau terbentuk karena sudah didahului dengan berbagai peristiwa yang sejenis. Seperti yang terjadi pada Formula E semasa Anies, yang dipersulit, dikritik dan tidak diberi dukungan sponsor. Namun begitu Anies selesai (menjabat), menjadi program yang diminati banyak pihak dan banjir sponsor,” terangnya.
Baca Juga: 4 Fakta Menarik Threads Sebagai Aplikasi Pesaing Twitter