Istilah Wibu saat ini sudah masuk ke dalam KBBI. Itu artinya istilah Wibu sudah diakui secara resmi, tapi apa arti resminya Wibu? Apa arti Wibu berdasarkan KBBI?
Seperti diketahui, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) selalu melakukan pembaharuan kosa kata pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Biasanya, pembaharuan dilakukan dua kali dalam setahun yakni pada Bulan April dan Oktober. Dan pada bulan Oktober 2022 lalu, ada salah satu istilah kekiniaan yang akhirnya masuk KBBI, kata tersebut adalah Wibu.
Arti istilah Wibu selama ini
“Wibu” memiliki arti yang kurang lebih sama dalam bahasa Indonesia dengan “weeaboo” dalam bahasa Inggris. Wibu adalah istilah untuk seorang individu non-Jepang yang telah mengembangkan obsesi yang tidak sehat terhadap budaya Jepang.
Biasanya para Wibu ini akan mencoba untuk memasukkan tingkah laku Jepang ke dalam kehidupan sehari-hari mereka dalam situasi di mana tingkah laku tersebut dapat dilihat sebagai menjengkelkan.
Di Inggris, Wibu kerap menjadi istilah yang digunakan untuk menghina seseorang. Namun di Indonesi, konotasinya cenderung lebih positif.
Lalu apakah definisi umum Wibu di pergaulan ini sama dengan kata Wibu di KBBI?
Arti Wibu dalam KBBI
Di dalam KBBI, definisi kata Wibu sangatlah singkat yakni orang yang terobsesi dengan budaya dan gaya hidup orang Jepang.
Ini bisa menegaskan jika Wibu memang benar-benar layak disandangkan kepada orang yang terobesi kepada budaya Jepang.
Budaya yang dimaksud di sini bukan hanya anime, namun segala sesuatunya, termasuk bagaimana cara orang Jepang bersikap dan berperilaku.
Kok bisa kata Wibu masuk ke dalam KBBI?
Jelas jawabannya karena kata Wibu sudah memenuhi syarat dari Kemendikbud untuk dimasukan ke dalam KBBI.
Dilansir dari situs Kemdikbud, infonya ada beberapa kriteria agar sebuah kosakata, lema, atau akronim bisa masuk ke dalam KBBI. Kriteria tersebut adalah:
- Unik. Kata yang diusulkan, baik berasal dari bahasa daerah, maupun bahasa asing, memiliki makna yang belum ada dalam bahasa Indonesia.
- Eufonik (enak didengar). Kata yang disusulkan sesuai dengan kaidah fonologi bahasa Indonesia (mudah dilafalkan).
- Seturut kaidah bahasa Indonesia. Kata tersebut dapat dibentuk dan membentuk kata lain dengan kaidah pembentukan kata bahasa Indonesia, seperti pengimbuhan dan pemajemukan.
- Sidak ada konotasi negatif.
- Sering dipakai atau cukup populer. Seberapa sering sebuah kata dipakai, diukur menggunakan frekuensi (frequence) dan julat (range). Frekuensi adalah kekerapan kemunculan sebuah kata dalam korpus, sedangkan julat adalah ketersebaran kemunculan kata tersebut di beberapa wilayah.
Itulah alasan mengapa kata Wibu sekarang bisa masuk KBBI. Dan tenang saja, kamu sudah bisa menggunakan istilah ini secara resmi. Lengka dengan apa arti Wibu berdasarkan KBBI.
Kontributor : Damai Lestari