Pertemuan antara politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tengah menjadi perbincangan hangat masyarakat saat ini. Sebabnya, Budiman memberikan dukungan secara tidak langsung untuk Prabowo menjadi presiden selanjutnya.
Padahal, Budiman berasal dari partai yang sudah resmi mengusung bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
Buntut pertemuan itu rupanya berdampak pada pemanggilan terhadap Budiman Sudjatmiko oleh partai yang menaunginya PDI Perjuangan.
Menanggapi hal tersebut Budiman mengatakan bahwa dirinya ingin membicarakan dan bertemu segera dengan pimpinan partainya. Meskipun kemudian ia diadili partai, dirinya tak masalah dengan hal itu.
"Saya pengin ketemu atau ngomongin secepatnya tentang agendanya, bahwa saya nanti diadili bagus-bagus saja," ungkap Budiman melalui wawancara di kanal Youtube Akbar Faizal Uncensored yang diunggah, Jumat (21/7/2023).
Tapi, kata dia pemanggilan itu masih lama yaitu tanggal 15 Agustus mendatang. Padahal menurutnya, ada hal-hal substantif yang ingin dirinya sampaikan dan diskusikan.
"Tapi katanya saya akan dipanggil 15 Agustus untuk ditanyai ditegur. sementara ada hal-hal substantif yang menurut saya perlu saya diskusikan," imbuhnya.
Budiman menyebut meskipun bukan laporan, dia akan mendiskusikan hal-hal itu dengan beberapa tokoh-tokoh PDI Perjuangan.
"Kalaupun nggak laporan saya diskusikan lah dengan Mbak Puan kah dengan Pak Sekjen kah dengan Mas Pacul kah, dengan ibu (Megawati) kah," kata Dia.
Kader PDIP itu juga menambahkan, artinya dia mengakui bahwa dia sebagai orang yang melanggar disiplin dan orang yang membawa pesan.
Baca Juga: Teka-teki Isu Ahok Ditunjuk Jadi Dirut Pertamina, Erick Thohir Buka Suara
"Artinya kan saya punya dua arti nih, sebagai orang yang pelanggar disiplin dan orang yang membawa pesan," lanjutnya.
Budiman juga menambahkan, ia tahu PDIP bukan partai yang naif. Oleh karena itu, sekalipun dia dipecat ia hanya dicabut status administratif sebagai anggota partai bukan sebagai Soekarnois maupun Marhaenis.
"PDI Perjuangan bukan partai naif," ungkapnya.
"Tapi kalaupun dipecat pertama saya hanya dicabut status administratif saya sebagai anggota partai. Tapi sebagai Soekarnois, sebagai Marhaenis, itu sudah ada di diri saya sejak SMP," tegasnya. (Ay)