Kenapa PSSI Ngotot Ambil Pemain Terbaik di Klub Liga 1 Meski Tak Ada Target Penting di Piala AFF U-23 2023?

Deli Suara.Com
Jum'at, 11 Agustus 2023 | 09:22 WIB
Kenapa PSSI Ngotot Ambil Pemain Terbaik di Klub Liga 1 Meski Tak Ada Target Penting di Piala AFF U-23 2023?
Kepala Badan Tim Nasional (BTN) Indonesia Kombes Sumardji saat diwawancarai pewarta di Lapangan A komplek Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (15/7/2023). (ANTARA/FAJAR SATRIYO)

Piala AFF U-23 2023 semakin mendekat, dan Timnas U-23 Indonesia telah memulai persiapan dengan tekad yang kuat. Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji mengungkapkan pentingnya pemanggilan para pemain terbaik dalam skuad untuk tampil di ajang bergengsi tersebut.

Pada tanggal 10 Agustus 2023, Lapangan A, Senayan, Jakarta menjadi saksi dari langkah awal persiapan timnas U-23 Indonesia. 

Latihan perdana ini menandai dimulainya rangkaian persiapan menghadapi Piala AFF U-23 yang akan diselenggarakan di Thailand pada 17-26 Agustus 2023.

Namun, perjalanan persiapan ini tidaklah mulus. Pelatih Shin Tae-yong dihadapkan pada tantangan yang perlu dihadapinya dengan kepala dingin.

Dari 23 pemain yang telah dipanggil untuk bergabung dengan timnas U-23 Indonesia, terdapat enam pemain yang belum bergabung dengan Tim Merah Putih.

Keenam pemain ini dipilih berdasarkan performa gemilang mereka di Liga 1 2023-2024, yang merupakan salah satu liga sepak bola terkemuka di Indonesia. 

Performa impresif mereka telah mencuri perhatian dan memberikan kontribusi penting bagi tim-tim mereka di liga domestik.

Penting untuk dicatat bahwa pemain-pemain ini juga telah menjadi tulang punggung dalam skuad Garuda Muda dan bahkan timnas senior. 

Nama-nama seperti Alfeandra Dewangga (PSIS), Adi Satryo (PSIS), Kadek Arel (Bali United), Rizky Ridho (Persija), Dzaky Asraf (PSM), dan Beckham Putra (Persib) telah menjadi tumpuan strategi pelatih.

Baca Juga: Mahfud MD Tak Kaget PK Moeldoko Ditolak MA: Kecuali Hakimnya Mabuk

Meskipun ada hambatan dalam hal kehadiran beberapa pemain kunci, PSSI berkomitmen untuk merampingkan skuad ini. 

Empat pemain sedang dalam proses untuk menyusul, sementara nasib Dzaky Asraf dan Rizky Ridho masih menjadi tanda tanya.

Namun, dukungan dari klub-klub tempat para pemain ini bernaung tidaklah sejalan dengan niat baik PSSI. 

Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll, dan juru taktik PSM Makassar, Bernardo Tavares, enggan melepas pemain-pemain bintang mereka untuk berkontribusi dalam timnas U-23 Indonesia.

Sikap ini memberikan tantangan tambahan bagi PSSI, tetapi tidak menghentikan semangat mereka untuk mempersiapkan tim yang optimal.

Sumardji merasa bahwa tindakan Doll dan Tavares dapat merugikan program timnas Indonesia dan berpotensi merusak kerja keras PSSI.

Atas dasar ini, Sumardji berencana melaporkan situasi ini kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, agar langkah-langkah tegas dapat diambil untuk mengatasi kendala ini.

Meski Timnas U-23 Indonesia tidak memasang target juara dalam Piala AFF U-23 2023, hal ini tidak mengurangi semangat mereka untuk tampil maksimal. PSSI ingin menghadirkan pemain terbaiknya dalam setiap pertandingan melawan tim-tim kuat Asia Tenggara.

“Ya kalau bicara penting tidak penting, semuanya itu penting,” ujar Sumardji di Lapangan A, Senayan, Jakarta, Kamis (10/8/2023).

“Memang PSSI tidak ada target. Tetapi, pertanyaannya kalau tidak memberikan target, apa kita mau dipermalukan di negara orang?”

Dalam kompetisi ini, Timnas Indonesia berada di Grup B bersama Malaysia dan Timor Leste. Dengan mengalahkan kedua tim ini, pintu untuk melangkah ke babak selanjutnya terbuka lebar.

Bahkan, jika berhasil lolos ke babak berikutnya, tantangan lebih besar menanti. 

Timnas U-23 Indonesia berpotensi bertemu dengan tim-tim tangguh seperti Vietnam dan Thailand, yang akan menguji kesiapan dan potensi mereka.

Pentingnya turnamen ini tidak hanya terletak pada aspek prestasi, tetapi juga dalam mewakili bangsa Indonesia di panggung internasional. 

Meskipun tidak diberi target resmi, Sumardji berpendapat bahwa setiap pertandingan yang memperlihatkan semangat dan dedikasi adalah bentuk penting dari nasionalisme.

Dengan demikian, meskipun tantangan di depan mata, PSSI tetap bertekad untuk menurunkan skuad terbaiknya dalam setiap laga. Keikutsertaan Timnas U-23 Indonesia dalam Piala AFF U-23 2023 diharapkan akan menjadi cerminan positif bagi sepak bola Indonesia di mata dunia.

Sumardji menambahkan bahwa meskipun tidak ada target pasti, menghormati pertandingan ini adalah sikap yang perlu dipegang teguh oleh semua pihak. Turnamen ini adalah kesempatan bagi Timnas U-23 Indonesia untuk tampil gemilang dan memberikan kebanggaan bagi bangsa.

“Saya kembalikan ke masyarakat, maka apa pun alasannya, jiwa nasionalisme itu harus ada,” lanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI