Pegiat media sosial Jhon Sitorus kembali menyerang bakal capres dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), Prabowo Subianto. Tak main-main, ia menuding Prabowo memiliki kaitan dengan kelompok radikal.
Melalui akun Twitternya atau X, @Miduk17, Jhon Sitorus membagikan tangkapan layar pemberitaan seputar Prabowo. Salah satu berita itu membahas bagaimana pihak Partai Gerindra dikabarkan mengajak Persaudaraan Alumni atau PA 212 untuk mendukung Prabowo di Pilpres 2024.
Menurut Jhon Sitorus, sejarah Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak akan pernah lepas dari kelompok radikal.
"Prabowo tak akan pernah lepas sejarahnya dari kelompok radikal dan intoleran," cuit Jhon Sitorus dalam pernyataannya seperti dikutip Deli pada Jumat (25/8/2023).
Tak sampai di situ, Jhon Sitorus bahkan menuding Prabowo dan PA 212 sebagai peliharaan dari keluarga Cendana. Ia juga menyebut bukan tidak mungkin mereka akan memainkan politik yang mengandung SARA di pesta demokrasi tahun depan.
"Mereka sejatinya adalah peliharaan dan antek-antek Cendana. Saat ini mereka hanya sedang disuruh tiarap," tuding Jhon Sitorus.
"Mereka sedang menunggu aba-aba. Begitu diperintah, langsung mainkan politik SARA," tandas loyalis Ganjar Pranowo ini.
Sontak, tudingan Jhon Sitorus kepada Menteri Pertahanan itu langsung mendapatkan sorotan dari warganet. Terbukti hingga berita ini dipublikasikan, cuitannya itu sudah disaksikan 11 ribu kali dan mendapatkan ratusan tanda suka.
Warganet juga menyerbu kolom komentar akun Jhon Sitorus dengan beragam pendapat. Banyak warganet justru membela Prabowo dan balas menyerang Jhon Sitorus atas narasi-narasi yang dituliskannya.
Baca Juga: Gemasnya Cinta Monyet dalam 4 Film Mandarin tentang Romansa Masa SMA Ini!
"Isu radikal telah membuat koruptor nyaman untuk garong negara rakyat, dibenturkan dengan isu khilafah, intoleran, radikal, padahal koruptor makin makmur. Mereka mengiring opini rakyat menggunakan buzer-buzer bayaran," sentil warganet.
"Ini bocah narasinya cuman gitu-gitu aja. Pamerinlah gagasan jagoan elu," tantang warganet.
"Siapa sih orang ini? Selalu bikin framing negatif terhadap lawan politik junjungannya. Rata-rata semua kubu sini isinya framing negatif pada lawan politik," kritik warganet.
"Dilema jadi tokoh nasionalis, tapi tidak bisa menghindar dari benturan kepentingan antara profesionalisme dan radikalisme," timpal yang lain.
"Dianggap intoleran, tapi dijadikan menteri oleh Jokowi," bela warganet.
"Waktu dia diangkat Jokowi jadi Menhan, kamu diam saja," sindir warganet.
"Yang loe maksud kelompok radikal dan intoleran siapa nih? Terus yang loe maksud peliharaan dan antek Cendana siapa? Tweet loe dari dulu dah sering nyulut emosi masyarakat," tambah yang lain.