Setelah kemenangan yang menyakitkan di final Piala AFF U-23 2023, Kapten Timnas U-23 Indonesia, Alfeandra Dewangga, mengungkapkan perasaannya dan memberikan janji khusus kepada rakyat Indonesia.
Pada pertandingan yang berlangsung di Rayong Provincial Stadium, Thailand, Timnas U-23 Indonesia harus menelan kekalahan melawan Vietnam dengan skor 5-6 melalui babak adu penalti.
Laga tersebut berlangsung panas. Sebab, Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong sempat memprotes beberapa keputusan wasit yang dianggap tak adil.
Salah satunya yang sangat disorot adalah wasit tidak memberikan sanksi kartu kepada pemain Vietnam, Nguyen Hong Phuc, yang terekam sengaja menyikut penggawa timnas Indonesia U-23, Haykal Alhafiz.
Dengan semangat yang belum padam, Alfeandra Dewangga mengunggah pesan khusus di akun Instagramnya.
Ia meminta maaf kepada masyarakat Indonesia dan menegaskan bahwa skuad Garuda Muda telah bermain dengan segala kemampuan terbaiknya.
"Menjadi pemenang memerlukan pengorbanan, kerja keras, dan tanggung jawab," tulisnya, dikutip hari Senin (28/8/2023).
Kendati demikian, Dewangga tidak berhenti hanya dengan permintaan maaf. Ia berjanji bahwa Garuda Muda akan terus maju, menatap setiap tantangan yang ada di depan mereka.
"Kami akan tetap melangkah dan melakukan pekerjaan yang lain dengan jauh lebih baik untuk kedepan nya," lanjut pemain belakang dari PSIS Semarang itu.
Baca Juga: Sebelum Tewas Dianiaya Praka RM Cs, Imam Masykur Pernah Diculik dan Ditebus Rp15 Juta
Ucapan terima kasih juga ia tujukan kepada seluruh skuad Timnas U-23 Indonesia dan pendukung setia mereka.
"Terima kasih seluruh team yang sudah berjuang mulai dari awal hingga akhir. Dan terima kasih rakyat Indonesia yang selalu mendukung dan mendoakan kami," tuturnya dengan penuh semangat.
Walau kalah di final Piala AFF U-23 2023, Garuda Muda tidak akan beristirahat lama. Mereka akan segera bersiap untuk Kualifikasi Piala Asia U-23 2024, yang akan dimulai pada awal September 2023. Di event ini, Timnas U-23 Indonesia akan berkompetisi di Grup H bersama China Taipei dan Turkmenistan.