Freddie meminta DJ Kenny Everett untuk menyiarkan lagu tersebut di radio. Walaupun ulasannya beragam, "Bohemian Rhapsody" menjadi sukses besar.
Setelah tur dunia, Freddie memulai hubungan dengan Paul Prenter, manajer harian band. Mary memutuskan hubungannya dengan Freddie ketika ia mengetahui bahwa Freddie seorang biseksual, walaupun ia yakin bahwa Freddie seorang homoseksual.
Kesuksesan band berlanjut hingga awal 1980-an, namun ketegangan meningkat terkait arah musik mereka dan perubahan pada sifat Freddie yang dihasilkan dari hubungannya dengan Paul.
Pada tahun 1981, setelah pesta mewah di rumahnya, Freddie jatuh cinta pada Jim Hutton, seorang pelayan di pesta tersebut.
Mereka akhirnya berpisah, dan Jim berkata kepada Freddie untuk mencarinya setelah ia belajar untuk mencintai dirinya sendiri.
Sebuah Konferensi Pers untuk mempromosikan album "Hot Space" pada tahun 1982 dipojokkan oleh wartawan, yang membombardir Freddie dengan pertanyaan mengenai kehidupan pribadi dan seksualitasnya.
Hubungan Freddie dengan rekan bandnya memburuk ketika ia mengumumkan bahwa ia telah menandatangani kontrak solo senilai $4 juta dengan CBS Records. Ia pindah ke Munich pada tahun 1984 untuk mengerjakan album solo pertamanya yang berjudul "Mr. Bad Guy" dan mulai berhubungan seksual dengan Paul.
Mary, yang tengah hamil, datang berkunjung dan memaksanya untuk kembali ke band, karena mereka ditawari satu tempat dalam Konser amal "Live Aid" yang digagas oleh Bob Geldof di Stadion Wembley.
Setelah mengetahui bahwa Paul menyembunyikan berita ini darinya, Freddie yang marah memutuskan hubungan dengannya.
Baca Juga: Sinopsis Final Score, Film Aksi Teror di Stadion Tayang Malam Ini
Sebagai balasannya, Paul memberitahukan publik tentang petualangan seksual Freddie Mercury.
Freddie kembali ke London dan meminta maaf kepada rekan bandnya dan manajer Jim Beach. Mereka akhirnya berbaikan dan diberi tempat terakhir di "Live Aid".
Dengan mewabahnya penyebaran AIDS di seluruh dunia, Freddie Mercury mengetahui bahwa ia juga terjangkit. Ia memberitahukan rekan bandnya saat latihan, dan mereka merangkul.
Pada hari "Live Aid", ia bertemu kembali dengan Hutton dan Mary, dan berhubungan kembali dengan keluarganya dan mematuhi pepatah Zoroastrianisme ayahnya, "Berpikir baik, berkata baik, berbuat baik".
Band akhirnya tampil di "Live Aid", menyanyikan lagu-lagu "Bohemian Rhapsody", "Radio Ga Ga", "Hammer to Fall", "We Will Rock You" dan "We Are the Champions".
Penampilan mereka di "Live Aid" sukses besar, membantu meningkatkan donasi selama mereka tampil.