Cedera kaki yang dialami oleh Lisandro Martinez telah menjadi pukulan berat bagi Manchester United (MU) pada sisa tahun 2023 ini. Pemain asal Argentina itu harus menjalani dua kali operasi untuk memulihkan cederanya, yang mengakibatkan absennya dalam beberapa pertandingan krusial.
Patah tulang metatarsal kelima di kaki kanannya diderita oleh Lisandro Martinez saat MU menghadapi Sevilla di Liga Europa pada musim sebelumnya.
Cedera ini membuatnya absen sejak awal musim ini, dan permasalahan ini akhirnya memaksanya untuk menjalani operasi pertama.
Namun, operasi pertama tidak memberikan hasil yang diharapkan. Menurut laporan yang dilansir oleh Manchester Evening News, cederanya belum sepenuhnya sembuh setelah operasi pertama.
Hal ini mengakibatkan Lisandro Martinez harus menjalani operasi kedua, yang mana akan membuatnya absen dalam jangka waktu yang lebih lama.
Selama pertandingan melawan Bayern Munchen dan Brighton bulan lalu, Lisandro Martinez bahkan terpaksa mengonsumsi obat penghilang rasa sakit untuk bisa tampil di lapangan.
Namun, dari hasil pemindaian yang dilakukan beberapa pekan yang lalu, ternyata tulang yang mengalami cedera belum sepenuhnya pulih.
Manajer MU, Erik ten Hag, mengungkapkan kekecewaannya terhadap situasi ini.
"Kami melakukan diagnosis yang tepat, juga di Argentina, tetapi sekarang ternyata ada masalah. Itu sangat menyedihkan, bagi dia dan tim, karena dia tidak 100 persen fit," ujar Erik ten Hag.
Baca Juga: 3 Inspirasi OOTD Tampil Necis ala Lee Joon Gi, Simpel Banget!
"Saya pikir itu adalah perbedaan besar antara Martinez pada laga terakhir dan Martinez yang kita lihat pada musim pertama di sini."
Martinez sebelumnya merupakan tambahan yang berharga bagi tim, dengan kontribusi yang sangat kuat dalam level permainan MU.
Kehadirannya yang kini terbatas bisa berdampak pada penampilan tim secara keseluruhan. Kendati demikian, MU akan terus berusaha untuk mengatasi tantangan ini dan memberikan dukungan penuh pada pemulihan Lisandro Martinez.
Cedera ini tidak hanya menjadi masalah fisik bagi Martinez, tetapi juga merupakan ujian bagi MU dalam menjaga stabilitas timnya.