Masa depan Wiljan Pluim di PSM Makassar akhirnya terungkap. Setelah absen cukup lama, dia dipecat oleh klub yang telah dibela sejak 2016.
Informasi tersebut diungkap oleh Aksa Mahmud, Founder Bosowa Corps, yang juga menjadi sponsor utama Juku Eja.
Gelandang berkebangsaan Belanda itu resmi dilepas oleh PSM Makassar di tengah musim BRI Liga 1 2023-2024.
Terkait situasi ini, terdapat dua fakta menarik yang berhasil dikumpulkan oleh Suara.com mengenai pemecatan Wiljan Pluim.
1. Absen dalam 7 Pertandingan Sebelum Dipecat
Wiljan Pluim dipecat oleh PSM Makassar setelah absen dalam tujuh pertandingan terakhir klub.
Pengumuman ini dilakukan oleh Aksa Mahmud pada 8 Oktober 2023 di Kampus Universitas Bosowa Makassar.
Pluim tidak tampil untuk PSM Makassar dalam tujuh pertandingan terakhir, termasuk dalam berbagai kompetisi seperti Liga 1 dan Piala AFC.
Pertandingan terakhirnya bersama Juku Eja adalah pada pekan ke-10 saat PSM berhasil mengalahkan Persis Solo dengan skor 2-0 pada 28 Agustus 2023.
Baca Juga: Ivar Jenner Out! Shin Tae-yong Andalakn Wonderkid Ini Duet dengan Marc Klok?
2. Dianggap Sudah Tua
Aksa Mahmud secara tegas menyatakan bahwa alasan di balik pemecatan Wiljan Pluim adalah karena usia pemain asal Belanda tersebut yang dianggap sudah lanjut dan kemampuannya yang mengalami penurunan yang signifikan.
"Saya sudah mengambil keputusan untuk melepasnya, dan saya akan mencari penggantinya yang lebih baik," ungkap Aksa Mahmud, seperti yang dilansir oleh Tribun Timur.
"Pluim sudah menginjak usia yang cukup tua. Dia tidak memiliki kecepatan lagi, padahal perannya sebagai center forward," katanya lagi.
"Dia berada di posisi tengah, tetapi tidak lagi mampu berlari, oleh karena itu, saya memutuskan untuk melakukan pergantian," tambah Aksa Mahmud.
Wiljan Pluim juga diketahui melakukan mogok main bersama PSM Makassar, yang diyakini terkait dengan konflik internal di tim dan masalah pembayaran gaji pemain yang terlambat.