Pada pekan ke-16 BRI Liga 1 2023/2024, Leonardo Medina, pelatih Persis Solo, mengalami gejolak emosional yang kuat setelah pertandingan melawan Persita Tangerang. Tidak hanya laga di lapangan yang penuh ketegangan, tetapi situasi di luar lapangan juga memburuk.
Pertandingan ini berlangsung di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, pada Minggu (22/10/2023), dan sayangnya, dimeriahkan dengan insiden kerusuhan antara suporter kedua tim yang saling lempar batu di tribun stadion.
Semua peristiwa ini menyebabkan Leonardo Medina merasa kesal. Ketika penonton terlibat dalam kerusuhan, suasana di lapangan juga terasa panas. Bahkan, ia membandingkan keadaan tersebut dengan sebuah peperangan.
"Saya harus bicara bahwa kita semua harus bekerja keras. Saya bicara tentang penonton, staf, pemain, dan tim. Semuanya. Karena itu sangat sedih," kata dia dalam konferensi pers pasca-pertandingan pada Minggu (22/10/2023).
Pelatih asal Meksiko ini menegaskan bahwa dalam pertandingan ini, pemain lawan tampaknya melupakan prinsip-prinsip fair play. Lebih jauh, wasit juga gagal menegakkan otoritasnya dengan tegas saat memimpin pertandingan.
"Itu tidak bagus. Sepak bola pada pertandingan ini sangat jelek. Saya merasa marah, dan sangat sedih. Karena itu bukanlah sepak bola."
Selain situasi pertandingan yang memprihatinkan, Leonardo Medina juga merasa tidak nyaman karena timnya, Laskar Sambernyawa, harus menggunakan kendaraan lapis baja saat menuju stadion.
Leo, yang berusia 52 tahun, berharap bahwa semua pihak akan bekerja sama untuk meningkatkan mutu sepak bola di Indonesia. Menurutnya, berbagai insiden yang terjadi dalam pertandingan ini sangat memalukan.
Baca Juga: Diwarnai Kartu Merah Rizky Ridho, Persija Takluk dari RANS FC di Kandang