Korban Meninggal Covid-19 Sedunia Capai 1 Juta di Tahun 2022, Indonesia dan Bali Berapa? WHO: Tragis!

Suara Denpasar

Jum'at, 26 Agustus 2022 | 18:31 WIB
Korban Meninggal Covid-19 Sedunia Capai 1 Juta di Tahun 2022, Indonesia dan Bali Berapa? WHO: Tragis!
Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Shutterstock)

SUARA DENPASAR – Korban meninggal sedunia akibat Covid-19 pada tahun 2022 telah mencapai 1 juta jiwa. Korban meninggal sedunia juga terjadi di Indonesia, termasuk Bali.

Direktur Jenderal WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) Tedros Adhanom Ghebreyesus pun mengatakan, jumlah korban Covid-19 pada tahun 2022 yang telah mencapai 1 juta merupakan sebuah “tragic milestone” atau pencapaian tragis.

"Minggu ini, kami melewati pencapaian tragis dari 1 juta kematian yang dilaporkan sepanjang tahun ini," katanya dalam konferensi pers dilansir dari abc.net.au, Jumat (26/8/8/2022).

Jumlah kematian di tahun 2022 ini memang sudah mengalami penurunan. Secara global dari awal kasus Covid-19 di Wuhan, Tiongkok pada 17 November 2019 hingga 25 Agustus 2022 sudah mencapai 6.482.668 kematian.

Bagaimana di Indonesia-Bali?

Kasus Covid-19 di Indonesia juga sudah mengalami penurunan. Namun, bukan berarti sudah tidak ada. Bahkan, jumah kematian masih terus terjadi setiap hari.

Berdasarkan catatan, sejak kasus pertama Covid-19 di Indonesia 2 Maret 2020 sampai 31 Desember 2021 sebanyak 144.094 orang. Sedangkan dari 1 Januari 2022 sampai 25 Agustus 2022 ada 13.363 kematian. Sehingga total, di Indonesia dari awal kasus sampai 25 Agustus sebanyak 157.457 jumlah meninggal dunia.

Di Bali, kasus kematian dari 11 Maret 2020 sampai 25 Agustus 2022 sebanyak 4.692 kasus. Khusus dari 1 Januari 2022 sampai 25 Agustus 2022 sebanyak 633 orang meninggal dunia.

Covid-19 Masih Ada

baca juga

Pernyataan Tedros ini mengindikasikan Covid-19 belum selesai. Meski sudah ada penurunan jumlah korban meninggal dunia.

"Kita tidak bisa mengatakan bahwa kita sedang belajar untuk hidup dengan Covid-19 ketika 1 juta orang telah meninggal karena Covid-19 tahun ini (2022) saja, ketika kita berada dalam pandemi selama dua setengah tahun dan memiliki semua alat yang diperlukan untuk mencegahnya. Kematian," jelas Tedros dilansir dari Suara.com.

Tedros menjelaskan, bila melihat jumlah kasus Covid-19, secara global, jumlah kasus mingguan baru menurun 9 persen selama seminggu, 15 hingga 21 Agustus 2022, dibandingkan dengan minggu sebelumnya, dengan lebih dari 5,3 juta kasus baru yang dilaporkan.

Dia pun mendesak agar semua pemerintah untuk memperkuat semua langkah untuk mencapai 70 persen vaksinasi di seluruh dunia. Ia menekankan vaksinasi terhada petugas kesehatan, orang tua dan mereka yang berisiko lebih tinggi.

Tedros mengaku sangat senang cakupan kelompok prioritas tinggi meningkat. Hal ini karena banyak negara membuat kebijakan dengan adanya kemajuan yang mengesankan dalam vaksinasi 100 persen petugas kesehatan dan 100 persen orang tua.

"Namun, masih banyak yang perlu dilakukan. Sepertiga populasi dunia tetap tidak divaksinasi, termasuk dua pertiga petugas kesehatan dan tiga perempat orang dewasa yang lebih tua di negara-negara berpenghasilan rendah," tutur dia.

Pria asal Etiopia ini pun kembali menegaskan agar semua negara melakukan upaya bersama memperluas jangkauan vaksinasi. Katanya, seluruh negara harus berbuat lebih banyak untuk memvaksinasi mereka yang paling berisiko, untuk memastikan akses ke terapi yang menyelamatkan jiwa.

Selain itu, semua negara juga harus melanjutkan pengujian, dan pengurutan genom, dan untuk menetapkan kebijakan yang disesuaikan dan proporsional untuk membatasi penularan dan menyelamatkan nyawa.

Yang memprihatinkan bagi Tedros adalah cakupan vaksin di belahan dunia lain masih sangat rendah. Dia mengungkap ada ketidakadilan vaksin di negara-negara miskin. Dia mencontohkan di Afrika, 10 negara yang masih menghadapi keadaan darurat kemanusiaan, cakupan vaksin masih di bawah 10 persen.

Walau begitu, dia menegaskan untuk negara dengan cakupan masih di bawah 10 persen akan dibantu WHO, UNICEF dan mitra lainnya.

Dia pun menjelaskan, sebelumnya WHO sudah menarget cakupan vaksin secara global sebesar 70 persen pada pertengahan 2022. Akan tetapi, hanya 58 negara yang bisa mencapai target ini. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dugaan Pembunuhan Gung Mirah, Polda Bali Turun Tangan

Dugaan Pembunuhan Gung Mirah, Polda Bali Turun Tangan

Denpasar | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 17:22 WIB

Viral Bapak-bapak Ketahuan Rekam Bule Berbikini di Pantai Bali, HP Dirampas

Viral Bapak-bapak Ketahuan Rekam Bule Berbikini di Pantai Bali, HP Dirampas

Denpasar | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 14:38 WIB

Jasa Raharja dan Polri Kompak Minta Hapus Bea Balik Nama dan Pajak Progresif Kendaraan

Jasa Raharja dan Polri Kompak Minta Hapus Bea Balik Nama dan Pajak Progresif Kendaraan

Denpasar | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 14:16 WIB

Terkini

IHSG Ijo Lagi Pagi ini di Level 6.200. Saham GIAA Mulai Dijual

IHSG Ijo Lagi Pagi ini di Level 6.200. Saham GIAA Mulai Dijual

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:21 WIB

Tata Cara Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026: Urutan Bacaan Surat, Niat, dan Doa Lengkap

Tata Cara Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026: Urutan Bacaan Surat, Niat, dan Doa Lengkap

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:19 WIB

Ekshumasi Sutrimo Dipimpin dr Hastry dan dr Yudianto, Jasad Diperiksa hingga Bagian Dalam

Ekshumasi Sutrimo Dipimpin dr Hastry dan dr Yudianto, Jasad Diperiksa hingga Bagian Dalam

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Eks Kaesang Felicia Tissue Buktikan Move On Total, Ini Kabar Terbarunya dengan Calon Suami

Eks Kaesang Felicia Tissue Buktikan Move On Total, Ini Kabar Terbarunya dengan Calon Suami

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Cara Download Logo Hari Pramuka 2026, Lengkap dengan Link Resminya

Cara Download Logo Hari Pramuka 2026, Lengkap dengan Link Resminya

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Bybit Resmi Ekspansi ke Indonesia usai Akuisisi Nobi, Incar 20% Pangsa Pasar Transaksi Kripto

Bybit Resmi Ekspansi ke Indonesia usai Akuisisi Nobi, Incar 20% Pangsa Pasar Transaksi Kripto

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:57 WIB

Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026 Jam Berapa? Simak Waktu Pelaksanaannya di Sini!

Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026 Jam Berapa? Simak Waktu Pelaksanaannya di Sini!

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Direncanakan Mulai Pekan Depan

Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Direncanakan Mulai Pekan Depan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Kota Jogja Siapkan Rp40 Miliar Angkut Sampah ke PSEL, Bantul Pastikan Warga Sekitar Tak Direlokasi

Kota Jogja Siapkan Rp40 Miliar Angkut Sampah ke PSEL, Bantul Pastikan Warga Sekitar Tak Direlokasi

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Niat Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan: Lengkap dengan Bacaan Latin, Arti, dan Jadwalnya di Tahun 2026

Niat Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan: Lengkap dengan Bacaan Latin, Arti, dan Jadwalnya di Tahun 2026

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:46 WIB

×