SUARA DENPASAR – Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro setuju harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi naik sebesar 30-40 persen. Di sisi lain, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI menyenggol harta kekayaan sang rektor yang naik drastis.
Ari Kuncoro menyebut dengan konsep The Golden Mid-Way, harga BBM bersubsidi dinaikkan 30-40 persen agar aktivitas perekonomian seperti pariwisata dan UMKM tetap berjalan dengan baik.
“Persoalannya adalah pertumbuhan ekonomi ini juga didukung oleh subsidi BBM dan subsidi BBM menjadi permasalahan bagi keuangan negara ketika harga minyak dunia naik,” kata Ari Kuncoro di Jakarta, Minggu (28/8/2022).
Ari juga memberi saran kepada pemerintah agar mengontrol volume penyaluran BBM bersubsidi sehingga benar-benar dapat dinikmati oleh masyarakat yang tepat dan berhak.
Di sisi lain, BEM UI menyenggol harta kekayaan Ari Kuncoro yang meningkat drastis dalam tiga tahun terakhir menjabat sebagai Rektor UI. BEM UI menyebut kekayaan Ari Kuncoro pada tahun 2018 sebesar Rp27,8 miliar. Kemudian naik menjadi Rp62,3 miliar pada 2021.
“Hal ini mengindikasikan adanya pertambahan harta kekayaan sebesar (Rp) 35 miliar hanya dengan waktu yang relatif singkat yakni 3 tahun dengan menjabat sebagai rektor Universitas Indonesia,” cuit BEM UI melalui Twitter, sekaligus membagikan poster berupa grafis kekayaan Ari Kuncoro, Sabtu malam (27/8).
BEM UI pun mempertanyakan dari mana pertambahan harta kekayaan Ari Kuncoro yang bertambah dua kali lipat dalam tiga tahun.
“Apakah gaji rektor mampu menjawab darimana asal harta kekayaan yang melimpah tersebut?,” tanya BEM UI. Ataukah ada sumber pendanaan lain di dalam badan kampus Universitas Indonesia? Hanya Tuhan dan Ari Kuncoro yang bisa jawab semua itu,” lanjut BEM UI. (Antara)
Baca Juga: Putri Megawati, Nama Puan Maharani Disoraki Saat Disebut di Rakernas PAN