SUARA DENPASAR – Apa yang dilakukan Karolin Tsarski, perempuan berusia 33 tahun asal Republik Estonia ini mungkin hal yang langka. Dia bisa mencapai orgasme tanpa sentuhan atau rangsangan fisik. Dia mengaku bisa mencapai orgasme solo setelah tujuh tahun menjalani yoga tantra.
Di Bali, kasus yoga dan orgasme juga pernah ramai. Itu ketika seorang instruktur yoga membuat poster kelas yoga orgasme pada 2021 lalu di Ubud. Kala itu geger. Karena diduga kelas yoga orgasme ini berkaitan dengan aktivitas seksual. Akibat ramai di medsos, sang instruktur yang merupakan bule asal Kanada ditangkap dan dideportasi.
Belum bisa dipastikan apakah klaim kelas yoga orgasme ini ada hubungannya dengan orgasme tanpa sentuhan yang diklaim instruktur yoga Karolin Tsarski. Yang pasti, dia mengaku bisa mencapai puncak layaknya berhubungan intim atau orgasme tanpa melalui sentuhan setelah ia berlatih yoga tantra selama tujuh tahun.
Karoline Tsarski mengaku pertama kali bisa mencapai orgasme justru ketika menonton film Sang Buddha. Kata dia, saat menonton film Sang Buddha, ada adegan yang membuatnya tercerahkan.
"Itu benar-benar non-seksual," jelas Karolin Tsarski dikutip dari Daily Mail, Selasa (30/8/2022).
Orgasme solo yang dialami Tsarski kemudian terus berlangsung pada hari-hari berikutnya. Bahkan, itu terjadi di banyak tempat, dan waktu kapan pun. Dia mengaku pernah orgasme di dalam perjalanan, kemudian di restoran. Bahkan bisa menginginkan orgasme tanpa sentuhan kapan pun dia mau.
Tak sampai di sana, lulusan London School of Economics ini juga bisa klimaks dalam waktu yang lama sesuai keinginannya. Bahkan bisa lima atau sepuluh menit.
"Saya bisa pergi (orgasme) lebih lama tetapi saya memilih untuk tidak melakukannya. Ini sangat intens," ungkap perempuan dari kawasan Baltik, Eropa Utara ini.
Karolin Tsarski juga pernah menguji pengakuannya ini. Salah satunya dia lakukan melalui ahli saraf dari Universitas Charles di Praha, Profesor James Pfaus untuk mengukur kadar hormon prolaktin dalam darah Tsarski sebelum dan sesudah orgasme tanpa sentuhan ini.
Baca Juga: Selain Layani Threesome dengan Bule, Pasutri Asal Gianyar Juga Bikin Konten Prank Ojol
Dalam pengukuran terbukti bahwa kadar hormon prolaktin Karolin Tsarski meningkat saat mencapai puncak orgasme. Pengukuran hormone prolaktin Karolin Tsarski juga dilakukan pada sebelum dan sesudah membaca buku, yang ternyata tidak ada perubahan.
Kasus orgasme tanpa sentuhan dari seorang instruktur yoga ini bahkan sudah masuk dalam jurnal ilmiah Sexual Medicine. "Ada beberapa makalah yang diterbitkan menunjukkan bahwa pelepasan prolaktin adalah "penanda" yang jelas dari orgasme," jelas Prof Pfaus.
Prof Pfaus pun menjelaskan, seseorang tidak bisa memalsukan orgasme, karena bisa diukur dari kadar hormon prolaktin. Ketika seseorang mengkalim mengalami orgasme, maka bisa diukur dari kadar prolaktinnya yang juga meningkat. Begitu sebaliknya, klaim orgasme bisa dianggap palsu ketika diukur kadar prolaktin ternyata tidak ada peningkatan.
“Tidak ada cara untuk memalsukan itu. Anda tidak bisa menginginkan prolaktin Anda meningkat," jelas Pfaus. (Suara.com)