Suara Denpasar - Kedatangan Presiden Jokowi di Papua mendapatkan sambutan domonstrasi terkait sekolah.
Para demonstran berunjuk rasa mendekat ke rombongan presiden yang saat itu tengah menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) dan BLT kepada peserta Program Keluarga Harapan di Kantor Pos Sentani.
Jokowi langsung menemui mereka dan mendengar aspirasi dari perwakilan massa di lokasi kunjungan.
Massa ini berunjuk rasa di sebelah Kantor Pos Cabang Sentani, Kabupaten Jayapura pada Rabu (31/8/2022).
Presiden Jokowi saat itu sempat menanyakan keberadaan massa kepada Sekretaris Pribadi Presiden Anggit Noegroho.
"Ada apa ini?," tanya Jokowi.
"Demo karena ada penutupan sekolah,” jawab Sekretaris Pribadi Presiden Anggit Noegroho.
"Dipanggil saja perwakilan," balas Jokowi.
Tidak berlangsung lama setelah itu perwakilan pengunjuk rasa kemudian menemui Jokowi.
Baca Juga: Hanya 2, Daftar Lengkap Tanggal Merah Bulan September, Oktober, November, dan Desember 2022
"Gimana… gimana?," tanya Jokowi kepada tiga orang ibu yang menjadi perwakilan.
"Anak-anak kami tidak bisa sekolah, pak, karena sekolahnya dipalang karena tanah ulayat,”ucap salah seorang perwakilan.
Jokowi kemudian menanyakan nama sekolah anak dari ibu tersebut.
"SMP Negeri 1 Sentani," jawab salah seorang ibu.
Jokowi kemudian melanjutkan untuk berbincang dengan ketiga perwakilan masyarakat tersebut untuk mencari solusi penyelesaian karena yang terpenting bagi Jokowi adalah anak-anak jangan sampai tidak bersekolah.
Sebelum meninggalkan Jayapura untuk melanjutkan penerbangan ke Timika pada siang harinya, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa persoalan penutupan sekolah tersebut telah terselesaikan.