Ernesto Saiser melalui buku biografinya berjudul Ernesto Saiser: From Zero to Hero, Kesaksian Perjuangan Hidup Mati Karier Seorang Perwira Polisi (2020) mengutarakan bagaimana hubungannya dengan Febie pada awalnya ditentang Tri Utoyo.
Kala itu, Tri Utoyo masih berpangkat Kombes. Di buku tersebut dijelaskan, Kombes Tri Utoyo mendatangi Poltabes Medan. Di ruangan Kapoltabes Medan, Kombes Pol Drs. Bagus Kurniawan, Kombes Tri Utoyo memerintahkan Ernesto meninggalkan anaknya.
“Saya tidak bisa tinggalkan anak Komandan. Tapi, kalau anak Komandan tinggalkan saya, saya mau bilang apa?” kata Ernesto.
Tidak dijelaskan mengapa Tri Utoyo bersikap demikian. Tri Utoyo yang asal Jember memang dari keluarga Muslim. Sedangkan Ernesto Saiser dari Toraja, keluarga Nasrani.
Meski demikian, sikap Ernesto Saiser tak bisa digoyahkan. Akhirnya hubungan Ernesto dan Febie mendapat restu Tri Utoyo. Keduanya pun menikah dan melahirkan cucu-cucu bagi Tri Utoyo.
Setelah dari Polda Medan, Tri Utoyo pun mulai merapat ke Mabes Polri. Dia menjadi Irbid Jemen SDM II Itwil II Itwasum Polri (2008-2009), kemudian sebagai Pamen Mabes Polri (2009), hingga menjadi Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Sekretariat Utama Badan Narkotika Nasional atau BNN (2010) dengan pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).
Tidak diketahui secara pasti kapan Brigjen Tri Utoyo pensiun dari kepolisian. Namun, mengingat PP 1/2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri, maka mestinya pensiun pada 2011. Karena pada 2011 dia genap berusia 58 tahun.
Di Jakarta, Tri Utoyo bersama Connie Madika dan anak-anaknya tinggal di Pengadengan Selatan Raya, Kelurahan Pangadengan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Ia meninggal dunia di RS karena sakit pada 27 Oktober 2018, dalam usia 65 tahun.
Berikut riwayat hidup Brigjen Drs Tri Utoyo:
Nama: Tri Utoyo
Asal: Jember
Tempat, Tanggal Lahir: Jember, 27 Maret 1953
Tanggal Meninggal Dunia: 27 Oktober 2018
Ayah: Sardjo (Purnawirawan Polri)
Ibu: Sumarti