SUARA DENPASAR – AKBP Arif Rachman Arifin terkenal sebagai polisi yang humanis. Sebelum dikenal karena terseret kasus Ferdy Sambo dan jadi Kapolres di Karawang dan Jember, dia pernah bertugas di Polrestabes (dulu Polwiltabes) Surabaya. Dia juga terkenal inovatif. Banyak inovasi atau terobosan yang dibuatnya.
Ketika di Polrestabes Surabaya pada 2006 dia membuat terobosan atau inovasi dalam pengawasan penyidikan. Yakni berupa SIPP (Sistem Informasi Pengwasan Penyidikan).
“Tahun 2006 silam AKBP Arif Rahman yang saat itu masih berpangkat Kompol, membuat satu gebrakan sistem informasi dengan nama SIPP (Sistem Informasi Pengawasan Penyidikan) di mana semua giat sidik lidik bisa dimonitor langsung melalui komputer pribadinya," kata sahabatnya, Muhammad Khoirul Amin, 5 November 2020, dikutip dari bajasaja.id.
Kemudian AKBP Arif Rachman Arifin juga pernah meraih penghargaan Esq Award, sebagai tokoh alumni yang dapat memberikan kontribusi secara nyata di tingkat nasional saat masih menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Barat.
AKBP Arif Rachman juga meraih penghargaan dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) berupa ”Promotor Reward” karena berhasul menjaga situasi Kamtibmas jelang Pemilu 2019 saat dia masih menjabat Dirreskrimum Polda Kalbar.
Ketika menjadi Kapolres Karawang, dia juga mendapat penghargaan promoter reward dari Lemkapi. Dia mendapat penghargaan karena inovasinya dalam mengembangkan kampung tangguh, pesantren tangguh dan berbagai inovasi dalam penanganan pandemi Covid-19 di wilayah hukum Polres Karawang.
Bahkan, Humas Polres Karawang Iptu Abdul Wahab Sahroni yang diberitakan posberitaindonesia.com menyebut AKBP Arif Rachman Arifin sebagai sosok yang selain humanis, juga religius.
"Saya lihat di dalam kesempatan apa pun, beliau tidak pernah ketinggalan yang namanya salat fardhu (wajib), setiap terdengar suara azan beliau selalu mendahulukan salat," katanya.
Ketika menjadi Kapolres Jember sejak 2020, AKBP Arif Rachman Arifin juga sempat dinobatkan sebagai Bapak Driver Ojek Online Jember. Ini karena dukungannya dalam Dapur Isoman untuk warga yang menjalani isoman karena terjangkit Covid-19 yang digelar para driver ojol.
Baca Juga: AKP Irfan Widyanto Anak Buah Ferdy Sambo Muncul di Sidang Etik, Lihat Tampangnya
Saat jadi Kapolres Jember, dia juga rajin menyantuni anak yatim. Dia juga sering ikut dalam mendorong ekonomi rakyat. Salah satunya budidaya ikan nila. Apalagi, dalam skripsinya ketika menjadi mahasiswa di STIK-PTIK tahun 2008, juga sangat menyadari bahwa kemiskinan dan pengangguran mendorong laju tindak kriminalitas.
“Angka kriminalitas akan berbanding lurus dengan angka kemiskinan dan pengangguran,” kata AKBP Arif dalam abstrak skripsinya berjudul, “Analisis Penanganan Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan oleh Penyidik Polwiltabes Surabaya.”
AKBP Arif Rachman juga sempat membuat acara Cangkrukan Kamtibmas bersama nelayan di Puger, Jember. Dia berdialog dengan para nelayan tentang masukan atau apa yang dibutuhkan para nelayan dalam hal keamanan, misalnya.
Januari 2022, pria keturunan Bugis, ini akhirnya pindah ke Jakarta. Dia menjadi bawahan Ferdy Sambo yang menjadi Kadiv Propam Polri. Keduanya memang sama-sama dari Sulawesi Selatan.
Petaka pun datang. Pada 8 Juli 2022, terjadi peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir Joshua di rumah dinas Kadiv Propam Polri.
AKBP Arif pun ikut kena getahnya. Dia bersama Kompol Chuck dan Kompol Baiquni ditugaskan untuk mengambil dan merusak CCTV. Tujuan Irjen Ferdy Sambo adalah agar ia mudah merekayasa fakta pembunuhan Brigadir Joshua itu menjadi tembak-menembak.