Suara Denpasar - Menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di negeri orang memang penuh tantangan dan taat aturan. Seperti yang dialami Sumini yang kini dituding sebagai penyebab kematian Akong, manula yang menjadi tanggung jawabnya saat menjadi asisten rumah tangga (ART) Indonesia di Hongkong.
Penyebabnya, karena Sumini menolak perintah untuk menyuntik Akong karena kasihan melihat Akong minum obat dan ramuan yang banyak akibat terserang Covid-19. Hal itu terungkap dalam postingan akun YouTube Yuni TKW Hongkong@Curhatan BWI.
"Obat untuk Covid itu kan banyak. Aku takut kan banyak dari obat alami dan dokter," curhatnya kepada Yuni. Jadi karena tidak tega melihat Akong minum obat yang banyak. Jadwal untuk menyuntik Akong pun tidak dilakukan sekitar dua atau tiga hari.
Mendapat curahatan seperti itu sontak Yuni mengingatkan. Bahwa, tindakan Sumini itu salah. Di sisi lain, dia diberikan tanggung jawab yang besar dan dipercaya oleh majikannya untuk merawat ayahnya yang manula.
Jadi, secedule untuk penyuntikan demi kesehatan Akong harus tetap dijalankan. "Kamu kan tahu. Majikanmu itu marah karena itu. Kenapa kamu tidak menjalankan tugasnya? Tidak masalah orang mati tidak apa-apa.
Tapi, matinya karena tidak disuntik karena kamu tidak menuruti perintah," paparnya. Yuni juga mengungkapkan, untuk meredam amarah majikan karena keteledoran tersebut.
Dirinya sampai memintakan maaf atas perbuatan Sumini agar kasus ini tidak merembet ke kasus hukum. "Kita hidup di sini. Lain kali kalau jaga orang tua harus hati-hati," pungkas dia. ***