Suara Denpasar - Fenomena hacker belakangan menjadi salah satu topik pembicaraan paling trending di kalangan masyarakat.
Apalagi, kalau tidak lepas dari munculnya hacker Bjorka yang mengklaim telah membobol ratusan juta data pribadi masyarkat Indonesia. Khususnya saat melakukan registrasi SIM card telepon seluler.
Untuk itu perlu kiranya masyarakat memahami cara aman berinternet atau interaksi di dunia maya. Intinya, jangan asal klik atau send sesuatu maupun data pribadi ke pihak yang tidak kita kenal atau ketahui.
"Tidak menyebarkan data pribadi kita di media sosial," kata Ketua Relawan TIK, I Putu Gede Krisna Juliartha dalam kanal YouTube Bali News Portal Tv.
Kasus serangan siber di Indonesia dan pengamanan data pribadi terbilang lemah menyusul serangan hacker Bjorka.
Selain adanya kebocoran data pelanggan PLN dan Indihome. Kabarnya sebanyak 1,3 miliar data registrasi sim card, dan terakhir 105 juta data pemilih dicuri hacker.
Selain itu data pejabat negara maupun penggiat media sosial juga dijebol Bjorka termasuk Nikita Mirzani dan Presiden Jokowi.
Terkait pengamanan data pribadi saat berinternet. Pak Krisna, nama panggilan I Putu Gede Krisna Juliartha menystakan bahwa masyarakat ada baiknya dalam bertransaksi rahasia. Tidak menggunakan Wi-Fi publik.
"Hindari penggunaan WiFi publik. Jangan sembarangan meng klik," sebutnya. Sebab, lewat penggunaan WiFi publik yang tingkat keamananya terbilang rendah. Data pribadi yang tersimpan di ponsel atau laptop bisa dijebol kalangan hacker. ***
Baca Juga: Menkominfo Beberkan Beda Pembangunan Infrastruktur Era SBY vs Jokowi