Suara Denpasar - Dedi Mulyadi akhirnya membawa Nikey Sutando ,19, berlibur ke Pulau Dewata Bali. Nikey yang sejak kecil membantu orang tuanya menarik gerobak tentu gembira akan ajakan tersebut. Terlebih, ini kali pertama dia naik pesawat.
Namun, sebelum itu. Kang Dedi, panggilan Dedy Mulyadi meminta izin kepada pihak sekolah, yakni SMAN 1 Cibatu Purwakarta untuk mengajak Nikey berlibur.
Tak lupa izin dari orang tua Nikey. "Ini namanya Krisna Oleh-oleh," kata anggota DPR RI itu kepada Nikey. "Kamu harus punya rencana, beli oleh-oleh," ingat Kang Dedi.
Nikey sambil senyam-senyum memilih berbagai barang khas Bali yang dijual di sana. Dari udeng khas Bali dan juga kaos Bali semua diborong.
"Kamu balik cari mukena sana," sahut Kang Dedy mengingatkan Nikey untuk membelikan oleh-oleh kepada wali kelas, termasuk juga dengan kepala sekolah.
Sebelum berbelanja di Krisna Oleh-oleh. Dalam postingan video yang diunggah Dedi Mulyadi. Juga tampak pengenalan soal hutan adat di wilayah Tenganan Pegringsingan di Provinsi Bali.
Karena, mereka sudah ratusan tahun, bahkan turun temurun sampai hari ini berhasil menjaga kelestarian hutannya sendiri.
Tidak hanya itu, hutannya juga dikelola dengan baik sehingga memiliki manfaat bagi lingkungan masyarakatnya, jadi Indonesia tidak perlu jauh-jauh belajar ke luar negeri.
"Saya dari dulu pada setiap rapat kerja selalu menyampaikan, kita cukup belajar pada diri kita yaitu para leluhur. Misalnya di Bali kuno yang saya kunjungi tadi itu secara original mengajarkan tentang dua hal.
Baca Juga: Sejarah G30S Singkat, Peristiwa Pengkhianatan Terbesar di Indonesia
Pertama adalah lingkungan yang tertata, ini berarti manusia memiliki hubungan dengan alam secara kuat.
Kedua, ekonomi yang terjaga dari alam yang melahirkan kesejahteraan masyarakat, itu bisa dilihat dari setiap pekarangan yang disiapkan untuk warga.
Kemudian, ada sawah yang dikelola secara adat, lalu berasnya dibagi-bagi dalam setiap bulan," sebut dia. ***