28 Kru Najwa Shihab di Narasi Diretas, Polisi Harus Usut Siapa yang Terlibat

Suara Denpasar

Rabu, 28 September 2022 | 18:48 WIB
28 Kru Najwa Shihab di Narasi Diretas, Polisi Harus Usut Siapa yang Terlibat
Sebanyak 28 kru awak redaksi Narasi yang didirikan Najwa Shihab mengalami peretasan. Polisi diminta harus mengusut tuntas siapa pelakunya. (Narasi)

Suara Denpasar - Sebanyak 28 kru awak redaksi Narasi yang didirikan Najwa Shihab mengalami peretasan. Polisi diminta harus mengusut tuntas siapa pelakunya. 

Pemimpin Redaksi Narasi, Zen RS mengatakan total ada 35 akun yang diretas. Rinciannya, 28 merupakan awak redaksi dan 7 lainnya adalah eks karyawan Narasi. 

Dia mengatakan kasus peretasan ini masih belum tuntas. Sampai 28 September 2022, salah satu kru masih belum menguasai sepenuhnya nomornya.

"Tiap mau login ke WA, tidak ada kode OTP yg masuk ke inbox sms-nya. Verifikasi lewat panggilan telp juga tidak ada panggilan yg masuk. Padahal fisik simcard dikuasai ybs," tulis Zen di akun twitter resminya.

Polisi Diminta Usut Tuntas

Sementara itu, Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid meminta polisi mengusut peretasan tersebut. Dia meminta polisi mengusut siapa saja pelaku peretasan terhadap data Najwa Shihab dan kru Narasi TV.

"Saya kira yang harus diperhatikan harus diusut oleh kepolisian, termasuk siapa saja. Apakah ada pejabat kepolisian yang terlibat dalam peretasan tersebut?" kata dia dikutip dari Antara, Rabu. 

Daam kasus ini menurutnya informasi yang beredar cukup serius yaitu serangan terhadap Narasi TV karena mengkritisi kepolisian dalam kasus Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat dan Ferdy Sambo.

"Kalau kepolisian tidak proaktif dalam kasus ini, kecurigaan publik kepada polisi makin tinggi," ucap Dewan Pakar Peradi ini.

baca juga

Kepolisian, kata dia, harus proaktif mengusut siapa akun-akun pribadi dari pekerja Narasi TV.

"Saya kira dari Divisi Informatika atau Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi yang mungkin perlu ditelusuri karena diduga dilakukan oleh pejabat teras kepolisian melalui pemanfaatan rekanan-rekanan internal kepolisian, terutama perusahaan jasa telekomunikasi itu," ucapnya.

Peretasan semacam ini menurutnya tidak boleh lagi terjadi dan dibiarkan aksi peretasan terhadap data pribadi masyarakat.

Kemudian terkait erusahaan-perusahaan penyedia jasa informasi yang digunakan perangkatnya oleh para pekerja Narasi harus bekerja sama dan ikut secara proaktif bongkar penyerangan terhadap akun Narasi ini.

"Hal itu termasuk mereka harus membuka dan bekerja sama apakah ada keterlibatan orang-orang kepolisian menyerang akun-akunnya pekerja Narasi," ucapnya.(Antara/Zen RS)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

VIRAL! Video Agnez Mo dan Najwa Shihab Tampar Nikita Mirzani di YouTube, Simak Faktanya!

VIRAL! Video Agnez Mo dan Najwa Shihab Tampar Nikita Mirzani di YouTube, Simak Faktanya!

Denpasar | Rabu, 28 September 2022 | 16:26 WIB

Cecar Najwa Shihab, Nikita Mirzani Dibilang Panik oleh Netizen: Malah Bahas Kontribusi untuk Negara

Cecar Najwa Shihab, Nikita Mirzani Dibilang Panik oleh Netizen: Malah Bahas Kontribusi untuk Negara

Denpasar | Rabu, 28 September 2022 | 15:52 WIB

Gak Nyenggol Gak Makan? Nikita Mirzani Ungkap Alasan Komentari Najwa Shihab, Ternyata Begini

Gak Nyenggol Gak Makan? Nikita Mirzani Ungkap Alasan Komentari Najwa Shihab, Ternyata Begini

Denpasar | Rabu, 28 September 2022 | 13:42 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×