Sebab suporter sudah mulai anarkis, menyerang petugas dan merusak mobil, maka polisi mengambil tindakan represif.
"Akhirnya karena gas air mata mereka pergi keluar lewat satu pintu. Di pintu keluar. Kalau tidak salah di pintu 10 atau pintu 12," tegasnya.
Saat itulah terjadi desak-desakan dan banyak suporter yang sesak nafas karena kekurangan oksigen lantas banyak yang berjatuhan.
Menurut Kapolda, sebenarnya ada sekitar 40 ribu penonton yang hadir.
"Tapi yang turun ke lapangan hanya sekira 3 ribu suporter saja," pungkasnya.***