Nikita Mirzani Ikut Berduka di Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang

Suara Denpasar | Suara.com

Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:14 WIB
Nikita Mirzani Ikut Berduka di Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang
Nikita Mirzani Ikut Berduka di Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang (Antara)

Suara Denpasar - Artis Nikita Mirzani ikut menyatakan duka mendalam bagi sepakbola Indonesia. Hal itu setelah laga Arema FC Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang berujung kematian 127 korban jiwa.

Korban sebagian besar adalah suporter Arema FC yang disebut Aremania. 

Nikita mengunggah sebuah foto hitam tanda berduka. "Turut berduka cita," tulis Nikita Mirzani di instagram pribadinya dikutip Suara Denpasar, Minggu 2 Oktober 2022. 

Unggahan itu juga memancing warganet ikut berduka dengan tragedi kelam sepakbola Indonesia tersebut. Mereka ikut mendoakan keluarga korban yang ditinggalkan.

"Tidak ada Sepak Bola seharga nyawa manusia. Rest in Peace," tulis seorang warganet.

Sementara itu pemilik akun lainnya bernama @ikman***, mengatakan tragedi ini adalah tragedi terbesar kedua dalam sepakbola setelah tahun 1964 di peru yang menewaskan 328 orang.

"Berbicara sanksi, Ada dua kemungkinan sanksi FIFA utk Sepakbola Indonesia, sanksi Pertama liga sepakbola indonesia tetap berjalan tanpa suporter, yg Kedua di bekukan atau di stop liga sepakbola indonesia untuk beberapa tahun kedepan," tulisnya. 

Sebelumnya, Kapolda Jatim Nico Afinta mengatakan bahwa pertandingan berlangsung aman. Namun saat peluit panjang akhir laga dibunyikan, suporetr yang kecewa masuk kelapangan.

Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Akan tetapi terjadi kepanikan dan banyak penonton yang menumpuk di suatu titik. 

Sementara itu, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencabut ijin kompetisi Liga Indonesia untuk sementara. 

"Menganalisa sistem pengamanan yang dilaksanakan oleh aparat kepolisian dalam mengendalikan kericuhan di sepak bola," bunyi penyataan resmi IPW yang diterima media di Jakarta, Minggu.

IPW yang diketuai Sugeng Teguh Santoso mengatakan tragedi itu dipicu kekecewaan suporter tim tuan rumah yang turun ke lapangan. Jumlah kemanan yang tak sebanding dengan jumlah suporter menembakkan gas air mata sehingga menimbulkan kepanikan terhadap penonton yang jumlahnya ribuan.

Hal itu membuat banyak penonton yang sulit bernapas dan pingsan. Sehingga, banyak jatuh korban yang terinjak-injak di sekitar Stadion Kanjuruhan Malang.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fakta Tragedi Kanjuruhan: Panpel Cetak Tiket Lampaui Kapasitas, Polisi Tembak Gas Air Mata, Main Malam, Suporter Invasi Lapangan

Fakta Tragedi Kanjuruhan: Panpel Cetak Tiket Lampaui Kapasitas, Polisi Tembak Gas Air Mata, Main Malam, Suporter Invasi Lapangan

| Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Tragedi Kanjuruhan: Karena Gas Air Mata, Suporter Menumpuk, Sesak Napas-Kekurangan Oksigen

Tragedi Kanjuruhan: Karena Gas Air Mata, Suporter Menumpuk, Sesak Napas-Kekurangan Oksigen

| Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:19 WIB

Berujung Tragedi Kanjuruhan, Mengapa Polisi Tembakkan Gas Air Mata?

Berujung Tragedi Kanjuruhan, Mengapa Polisi Tembakkan Gas Air Mata?

| Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:03 WIB

Terkini

Cuma Butuh Imbang, Pelatih Vietnam Ngaku Gemetar Hadapi Timnas Indonesia U-17 di Sidoarjo

Cuma Butuh Imbang, Pelatih Vietnam Ngaku Gemetar Hadapi Timnas Indonesia U-17 di Sidoarjo

Bola | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB

2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz

2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB

5 HP Murah Terbaik 2026, Spek Dewa Setara Flagship Harga Dibawah Rp2 Jutaan

5 HP Murah Terbaik 2026, Spek Dewa Setara Flagship Harga Dibawah Rp2 Jutaan

Tekno | Minggu, 19 April 2026 | 16:11 WIB

Media Vietnam Soroti Pesimisme Kurniawan Jelang Partai Hidup Mati Timnas Indonesia U-17

Media Vietnam Soroti Pesimisme Kurniawan Jelang Partai Hidup Mati Timnas Indonesia U-17

Bola | Minggu, 19 April 2026 | 16:08 WIB

Pilot 20 Tahun Pengalaman, Kisah Capt Marindra Wibowo di Balik Tragedi Helikopter Sekadau

Pilot 20 Tahun Pengalaman, Kisah Capt Marindra Wibowo di Balik Tragedi Helikopter Sekadau

Kalbar | Minggu, 19 April 2026 | 16:08 WIB

Sehari di Central Park Zoo, Momen Lucu Tak Terduga yang Memorable

Sehari di Central Park Zoo, Momen Lucu Tak Terduga yang Memorable

Your Say | Minggu, 19 April 2026 | 16:05 WIB

6 Desa di Cigudeg Diterjang Banjir, Pemkab Bogor Pastikan Bantuan Logistik Mulai Mengalir

6 Desa di Cigudeg Diterjang Banjir, Pemkab Bogor Pastikan Bantuan Logistik Mulai Mengalir

Bogor | Minggu, 19 April 2026 | 16:03 WIB

Suami Depresi, Ibu Buruh Tani Bangga Anaknya Kini Bisa Belajar Gratis di Sekolah Rakyat

Suami Depresi, Ibu Buruh Tani Bangga Anaknya Kini Bisa Belajar Gratis di Sekolah Rakyat

Surakarta | Minggu, 19 April 2026 | 16:02 WIB

Antara Gaya Hidup dan Kebiasaan Finansial: Tentang Harga untuk Menjadi Kaya

Antara Gaya Hidup dan Kebiasaan Finansial: Tentang Harga untuk Menjadi Kaya

Your Say | Minggu, 19 April 2026 | 16:00 WIB