Suara Denpasar - Tembakan gas air mata yang diluncurkan oleh aparat ke suporter Arema FC menjadi pemicu tewasnya ratusan orang.
Tragedi kanjuruhan 1 Oktober 2022 malam itu terjadi usai laga Arema FC menjamu Persebaya Surabaya di lanjutan Liga 1.
Menurut kesaksian suporter selamat, bahkan para wanita sesak nafas tak berdaya akibat langkah agresif aparat.
Salah satu suporter Arema FC yang selamat dari tragedi kanjuruhan 1 Oktober 2022 memberikan kesaksian di akun twitter @LIBRA_12.
"Para supporter yang panik karena gas air mata, semakin ricuh di atas tribun," tuturnya.
Mereka berlarian mencari pintu keluar, tapi sayang pintu keluar sudah penuh sesak karena para supporter panik terkena gas air mata.
"Banyak ibu-ibu, wanita, orang tua dan anak anak kecil yang terlihat sesak gak berdaya, tidak kuat ikut berjubel untuk keluar dari stadion," bebernya.
Terlihat mereka sesak karena terkena gas air mata.
"Seluruh pintu keluar penuh dan terjadi macet," ucapnya.
Baca Juga: Deddy Corbuzier Bilang Asuuuh, Baim Wong Hapus Video Prank Polisi KDRT Paula, Cuma Berumur 14 Jam
Di dalam stadion mereka sesak karena gas air mata yang sudah ditembakkan ke berbagai arah.
"Sedangkan untuk keluar stadion pun gak bisa karena macet penuh sesak di pintu keluar," tulisnya.***