Suara Denpasar- Dedi Mulyadi atau biasa dipanggil Kang Dedi memiliki cara yang cukup ekstrem dalam menjalani tirakat sejak di usia SD sampai menjelang dewasa masa SMA.
Tirakat ini dilakukan oleh Kang Dedi Mulyadi sebagai bentuk keprihatinannya di usia muda dengan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan.
Hidup serba kekurangan membuat Dedi Mulyadi kecil harus menjalani keprihatinan dan menjalani sejumlah puasa yang tidak biasa.
Kebiasaan puasa ini sudah dia lakukan sejak masa sekolah dasar (SD).
Bahkan khusus untuk puasa sunah Senin Kamis kini sudah menjadi kebiasaan yang dia lakukan sejak SD sampai hari ini.
"Saya terus punya tradisi berpuasa (sunah) Senin, Kamis dari SD sampai sekarang, SMA banyak tirakat, saya puasa Senin Kamis, saya puasa tujuh hari, saya puasa 40 hari, bahkan saya puasa pati geni 3 hari 3 malam tidak makan gula dan garam selama 40 hari," jelasnya dalam KANG DEDI MULYADI CHANNEL yang kini memiliki 3,88 jt subscriber ini dilansir pada Selasa (4/10).
Sekadar diketahui Pati Geni adalah tradisi puasa di wilayah Jawa dan sekitarnya yang sangat ekstrem.
Biasanya puasa ini dilakukan oleh orang-orang zaman dulu dengan mengurung diri di dalam kamar serta tidak makan dan minum.
"Saya terus menjalani hidup dengan keprihatinaan, semua rangkaian itu saya jalani dan saya selalu meyakini bahwa apa yang saya yakini suatu saat akan sampai pada puncak, inilah perjalanan hdup yang berat yang saya lewati," ungkapnya menceritakan kehidupan masa mudanya.
Baca Juga: Kang Dedi Mulyadi Pertemukan Ayah-Ibu Nikey, Sutandi Tak Kenal Mantan Istri
Sementara itu dalam unggahan Kang Dedi terlihat mencuci baju sendiri setelah sang asisten rumah tangga sedang sakit.
Kini Kang Dedi juga dihadapkan dengan gugatan cerai yang dilayangkan istrinya Anne Ratna Mustika.
Sidang perdana bahkan bakal digelar pada Rabu 5 Oktober 2022 di Pengadilan Agama Purwakarta besok. ***