“Ini bekal buat jajan anaknya,” katanya sambil berpesan agar jajan anaknya tidak mengambil dari modal warung.
Dia kemudian mengambil uang pecahan Rp100 ribu beberapa lembar lagi sebagai setoran Bank Emok.
“Duh, Bapak,” kata Teteh S.
“Serius, jadi Teteh gak usah ngelayani minum kopi setiap malam lagi,” katanya.
Kang Dedi pun memberi wejangan, agar membuka warung sambil mempertebal keyakinan dalam diri bahwa usaha yang akan dijalani pasti akan ada hambatan, namun harus bisa melawan. Dia juga berpesan untuk tidak mudah menyerah. Harus bangkit lagi. Juga jangan berpikir bahwa menjadi pelayan warung kopi plus-plus ini gampang, meski sejatinya tidak punya masa depan dan ada batasnya, karena faktor usia.
“Saya selalu yakin, orang yang punya keyakinan pasti bisa. Saya tidak maksud datang untuk menghina. Saya hanya selalu ingin mendorong yang punya kesulitan keluar dari kesulitan,” papar dia dalam video yang diunggah 24 Desember 2021 lalu.
Kang Dedi Mulyadi kembali berpesan agar tetap berusaha. Dia kembali memberi beberapa lembar uang pecahan Rp100 ribu dan diberikan kepada Teteh S.
“Cukup, kan? Selama buka warung, untungnya jangan diambil. Tetap sehat, semangat, setiap orang punya harapan dan masa depan, hidup dengan keyakinan, hidup yang sulit pasti kita lewati,” setelah itu, Kang Dedi berpamitan. Bersalaman. Teteh S mencium tangannya. Suasana berubah menjadi haru. (*)