Suara Denpasar - Komentar pedas disampaikan Ketua Komnas Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait terkait langkah damai yang ditempuh Lesti Kejora atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya sendiri, Rizky Billar.
Dia menuding bahwa Lesti Kejora termasuk bucin dan takut kehilangan suami, namun beralasan karena anak. Untuk itu, dia menghimbau kepada perempuan Indonesia agar tidak mengikuti langkah tersebut.
Sebab, bukan seperti itu caranya untuk mendidik dan merubah sifat pelaku kekerasan dalam rumah tangga.
"Penangguhan penahanan, jangan langsung pulang ke rumah dulu. Diterapi dulu ini si pelaku yang dilaporkan KDRT itu. Pastikan betul-betul steril baru mereka bisa bertemu lagi,” ungkap Arist Merdeka Sirait dalam video YouTube seperti dilihat denpasar.suara.com, Kamis (20/10/2022).
Bukan hanya itu, Arist Merdeka Sirait juga mengaku heran dengan biduan dangdut tersebut yang seakan-akan setelah damai tidak ada persoalan yang terjadi.
Hal ini tentu tidak bisa dikatakan sebuah edukasi untuk pencegahan KDRT supaya tak terulang lagi.
“Seharusnya dia terapi dulu secara baik, lalu dinyatakan oleh psikolog atau memang expert di bidangnya, barulah bisa. Supaya tidak terulang lagi terjadi kekerasan ini,” sambung dia.
Selain itu, dia juga mendukung langkah KPI yang memberikan himbauan agar seluruh stasiun televisi tidak menayangkan program atau acara dari pelaku KDRT.
Bahkan, sebelumnya dia juga pernah mengajukan ke KPI terkait pelaku KDRT tidak bisa tampil di program televisi. ***
Baca Juga: Menangis? Bupati Purwakarta Anne Ratna Terlihat Sembab saat Sidang Gugat Cerai Kang Dedi Mulyadi