Suara Denpasar - Tampaknya video panas yang ramai dibicarakan di media sosial dengan menampilkan wanita berkebaya ala wanita Bali memang sengaja dibuat untuk konten atau konsumsi kalangan dewasa. Atau memang malah dijual di website dengan pelanggan penyuka film biru.
Sebab, berdasar pantauan denpasar.suara.com, dari empat video yang beredar dengan durasi masing-masing 14 menit di salah satu kamar hotel, sepertinya bukan di Bali dilengkapi dengan skenario layaknya film biru profesional.
"Mas ini asbaknya," kata si mbak dengan kebaya merah yang wajahnya ditutupi BH berwarna hitam.
Selanjutnya tergambar si mbak berkebaya merah mengelap lantai kamar sambil nungging mundur.
"Usianya berapa mbak?" tanya si pria yang telapak tangan kanannya ada tatto. "24 tahun mas," jawab si mbak.
"Sudah punya pacar?" tanya lagi si mas genit yang dijawab belum.
Adegan kemudian tergambar bagian bokong dan pantas si mbak berkebaya merah di remas-remas si pria. "Saya suka seksi banget, apakah mbak menerawang sih," begitu kata si mas genit.
Selanjutnya adegan layak sensor pun terjadi. Banyak warganet yang menilai dari logat suara kedua pemeran video panas tersebut bukan berasal dari Bali. Kendati si wanita mengenakan kebaya merah khas Pulau Dewata.
"Sepertinya bukan dari Bali, suaranya tidak khas," sebut akun @damar. "Bagi link, no link hoax," demikian sambung warganet yang lain.