Suara Denpasar – Keteguhan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika untuk bercerai atau menutup ruang perdamaian tak membuat Kang Dedi Mulyadi surut. Bahkan, Kang Dedi Mulyadi pantang mundur untuk mempertahankan rumah tangganya dengan Ambu Anne Ratna.
Sebelumnya Ambu Anne menyatakan telah menutup ruang perdamaian atau kesepakatan dengan Kang Dedi Mulyadi. Usai sidang di Pengadilan Agama Purwakarta, Selasa (8/11/2022), Ambu Anne mengaku telah menyampaikan kepada hakim mediator bahwa pihaknya tetap menutup ruang perdamaian.
“Saya sudah yakin, tidak ada ruang perdamaian atau kesepakatan,” kata Ambu Anne di depan Pengadilan Agama Purwakarta usai sidang dengan agenda mediasi sebagaimana dikutip dari Jemper Channel, Selasa (8/11/2022).
Ruang perdamaian atau kesepakatan ditutup Ambu Anne karena tidak ada iktikat baik dari Kang Dedi. Dia mengaku sudah mengkomunikasikan dengan Kang Dedi tentang persoalan yang dihadapai dalam berrumah tangga. Akan tetapi, Kang Dedi tidak merespons.
“Saya sudah memberi ruang perdamaian itu jauh-jauh hari sebelum saya mendaftarkan gugatan ini ke Pengadilan Agama. Sudah berbulan-bulan, dan sudah dikomunikasikan baik melalui teman-temannya, ataupun melalui pihak saya,” kata dia.
Artinya, lanjut dia, upaya untuk berkomunikasi dengan Kang Dedi sudah ada Akan tetapi, sudah dia tunggu-tunggu sampai berbulan-bulan, namun dari pihak Kang Dedi Mulyadi tidak ada itikad baik.
“Ya sudah. Berarti ini jalan terbaik (gugatan cerai),” jelas dia.
Di sisi lain, Kang Dedi Mulyadi melalui kuasa hukumnya, Ojat Sudrajat menegaskan bahwa sampai saat ini sidang gugatan cerai Ambu Anne terhadap Kang Dedi masih tahap mediasi. Dia pun menegaskan bahwa dari pihak Kang Dedi tetap mengupayakan perdamaian.
“Upaya perdamaian dilakukan terus. Rumah tangga harus dipertahankan,” kata dia.
Baca Juga: SEDIH Meninggalnya Istri Dedi Mulyadi, Sri Mulyawati dan Maula Akbar Saat Bayi
Kan Ambu Anne sudah menutup ruang perdamaian? Ditanya demikian, Ojat Sudrajat menegaskan bahwa Kang Dedi tetap mengupayakan perdamaian. Katanya, sebagai seorang kepala rumah tangga, Kang Dedi harus mempertahankan rumah tangganya.
“Kalau tidak dipertahankan, apa kekuatan rumah tangganya? Sebagai suami pasti ingin mempertahankan, apa pun hasilnya. Usahanya yang jadi pahalanya,” papar Ojat yang juga kawan Kang Dedi sejak di HMI Purwakarta, juga dosen dari Ambu Anne saat kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Wikara, Purwakarta. (*)