Suara Denpasar-Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia menggelar kegiatan workshop bertema Natural Dyes of ASEAN Workshop. Sebagaimana temanya, kegiatan ini diikuti sejumlah delegasi dari negara Asean termasuk Indonesia sendiri.
Kegiatan itu digelar mulai Senin (7/11/2022) hingga Jumat (11/12/2022). Dalam kegiatan ini, sejumlah delegasi diperkenalkan bagaimana kearifan lokal Indonesia. Salah satunya adalah terkait tenun dan teknik pewarna alami.
Pada Selasa (8/11/2022), puluhan peserta mempelajari bagaimana cara menenun dan cara membuat pewarna alami khas NTT. Kegiatan itu digelar di Rumah Topeng dan Wayang Setia Dharma jalan Tegal Bingin, Kemenuh, Ubud, Gianyar.
Dengan demikian, para delegasi ini bisa mengetahui bagaimana membuat pewarna alami yang tidak berdampak buruk pada kerusakan alam atau lingkungan. Dengan demikian, mereka bisa menjaga bumi dan tradisi leluhur yang ada di Indonesia.
Seketeris Direktorat Jenderal Kemendikbudristek Fitra Arda di sela kegitan itu mengatakan, workshop ini digela dalam rangka memperkenalkan kearifan lokal Indonesia kepada dunia, khususnya para peserta ASEAN.
"Selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran bahwa material dan kearifan lokal itu penting kita lestarikan, tujuannya kombinasi yang tepat untuk memupuk kreativitas dan menjaga lingkungan agar tetap lestari dalam hal seni dan budaya, terutama di bidang kebutuhan sandang (atau mode pakaian) yang ramah lingkungan," jelas Fitra.
Dijelaskan Fitra ada beberapa kegiatan yang dilakukan delegasi ASEAN salahnya mengunjungi dan mengikuti kegiatan pengrajin di Bali. "Mereka akan belajar dan mengenal bagaimana pnggunaan pewarna alam dalam berbagai kerajinan tekstil,"katanya.
Menurutnya kegiatan ini sangat diperlukan karena warisan budaya di negara-negara anggota ASEAN perlu didorong, dilestarikan, dikembangkan dan dipromosikan lebih lanjut.
"Dengan menggali kembali tradisi budaya pewarna alam dapat memberikan potensi untuk membudidayakan berbagai tanaman yang menjadi sumber pewarna, sehingga menghidupkan kembali rantai nilai dari pertanian, daya dukung alam, kerajinan serta industri pariwisata," urainya.
Baca Juga: Kang Dedi Mulyadi Ingin Pertahankan Anne Ratna Mustika, Tapi Bertepuk Sebelah Tangan
Harapan Natural Dyes of ASEAN Workshop dirasakan sebagai kegiatan yang penting sebagai jalan kebudayaan untuk hidup yang berkelanjutan.
"Utamanya kita dapat meningkatkan saling pengertian dan kolaborasi antara Negara-negara Anggota ASEAN melalui pertukaran ide dan konsultasi, yang mengarah pada komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan program kerja sama, sebagaimana juga mengadopsi kehidupan yang berkelanjutan, khususnya dalam tekstil kerajinan tradisional dan kontemporer," jelasnya.