denpasar

Puluhan Delegasi Asean Belajar Membuat Pewarna Alami dan Tenun di Bali

Suara Denpasar Suara.Com
Selasa, 08 November 2022 | 22:24 WIB
Puluhan Delegasi Asean Belajar Membuat Pewarna Alami dan Tenun di Bali
Para delegasi belajar mengolah tumbuhan menjadi pewarna alami. ((nome))

Suara Denpasar-Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia menggelar kegiatan workshop bertema Natural Dyes of ASEAN Workshop. Sebagaimana temanya, kegiatan ini diikuti sejumlah delegasi dari negara Asean termasuk Indonesia sendiri.


Kegiatan itu digelar mulai Senin (7/11/2022) hingga Jumat (11/12/2022). Dalam kegiatan ini, sejumlah delegasi diperkenalkan bagaimana kearifan lokal Indonesia. Salah satunya adalah terkait tenun dan teknik pewarna alami


Pada Selasa (8/11/2022), puluhan peserta mempelajari bagaimana cara menenun dan cara membuat pewarna alami khas NTT. Kegiatan itu digelar di Rumah Topeng dan Wayang Setia Dharma jalan Tegal Bingin, Kemenuh, Ubud, Gianyar.


Dengan demikian, para delegasi ini bisa mengetahui bagaimana membuat pewarna alami yang tidak berdampak buruk pada kerusakan alam atau lingkungan. Dengan demikian, mereka bisa  menjaga bumi dan tradisi leluhur yang ada di Indonesia.


 Seketeris Direktorat Jenderal Kemendikbudristek Fitra Arda di sela kegitan itu mengatakan, workshop ini digela dalam rangka memperkenalkan kearifan lokal Indonesia  kepada dunia, khususnya para peserta ASEAN. 


"Selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran bahwa material dan kearifan lokal itu penting kita lestarikan, tujuannya kombinasi yang tepat untuk memupuk kreativitas dan menjaga lingkungan agar tetap lestari dalam hal seni dan budaya, terutama di bidang kebutuhan sandang (atau mode pakaian) yang ramah lingkungan," jelas Fitra.


Dijelaskan Fitra ada beberapa kegiatan yang dilakukan delegasi ASEAN salahnya mengunjungi dan mengikuti kegiatan pengrajin di Bali. "Mereka akan belajar dan mengenal bagaimana pnggunaan pewarna alam dalam berbagai kerajinan tekstil,"katanya. 


Menurutnya kegiatan ini sangat diperlukan karena warisan budaya di negara-negara anggota ASEAN perlu didorong, dilestarikan, dikembangkan dan dipromosikan lebih lanjut. 


"Dengan menggali kembali tradisi budaya pewarna alam dapat memberikan potensi untuk membudidayakan berbagai tanaman yang menjadi sumber pewarna, sehingga menghidupkan kembali rantai nilai dari pertanian, daya dukung alam, kerajinan serta industri pariwisata," urainya.

Baca Juga: Kang Dedi Mulyadi Ingin Pertahankan Anne Ratna Mustika, Tapi Bertepuk Sebelah Tangan


Harapan Natural Dyes of ASEAN Workshop dirasakan sebagai kegiatan yang penting sebagai jalan kebudayaan untuk hidup yang berkelanjutan.

"Utamanya kita dapat meningkatkan saling pengertian dan kolaborasi antara Negara-negara Anggota ASEAN melalui pertukaran ide dan konsultasi, yang mengarah pada komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan program kerja sama, sebagaimana juga mengadopsi kehidupan yang berkelanjutan, khususnya dalam tekstil kerajinan tradisional dan kontemporer," jelasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI