denpasar

Nestapa Mustofa Bikin Dedi Mulyadi Iba, Kena Stroke, Hidup Sebatang Kara, Tukang Parkir Ini Tidur di Emper Toko

Suara Denpasar Suara.Com
Senin, 14 November 2022 | 20:49 WIB
Nestapa Mustofa Bikin Dedi Mulyadi Iba, Kena Stroke, Hidup Sebatang Kara, Tukang Parkir Ini Tidur di Emper Toko
Kang Dedi Mulyadi dan Mustofa, tukang parkir yang menderita stroke dan hidup sebatang kara di Subang. (Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel)

Suara Denpasar – Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi alias Kang Dedi menjelajah di wilayah Kabbupaten Subang, Jawa Barat, tanah kelahirannya. Setelah menemui dua pekerja seks komersial (PSK), dia keliling di pertokoan di Jalan Pasar Baru, Subang Kota. Dia menemukan, pria tua bernama Mustofa, tukang parkir yang kondisinya memprihatinkan.

Awalnya, Kang Dedi menemukan pria tua yang sedang jalan tertatih-tatih. Tanpa mengenakan sandal, dia menenteng bungkusan plastik keresek. Hari sudah malam. Sekitar Pukul 12 malam. Dari dalam mobil, Kang Dedi memanggilnya. Menanyakan mau ke mana.

Dari obrolan singkat dengan Kang Dedi, diketahui lelaki ini bernama Mustofa. Dulu dia bekerja di bagian logistik sebuah perusahaan properti atau developer perumahan. Namun dia berhenti setelah usaha properti tempatnya bekerja sepi proyek.

Kini Mustofa hidup sebatang kara. Dia telah bercerai dengan istrinya. Memiliki anak yang sudah lulus SMA, namun tidak tinggal bersamanya.

Sebetulnya, Mustofa bersaudara 7. Namun, tiga saudaranya sudah meninggal dunia. Tinggal 4 orang yang masih hidup, termasuk Mustofa.

“Dari yang 3 ini pernah nggak nengok ke sini, ke Bapak?” tanya Kang Dedi.

“Belum pernah,” kata Mustofa.

“Atau sengaja ngajak bapak ke rumahnya,” tanya Kang Dedi lagi.

“Belum,” lanjutnya.

Baca Juga: Tantang Denny Sumargo dengan Selembar Invoice, Denise Chariesta Berikan Pendapat Menohok: Kalau Dia Laporin Gua...

Mustofa sebetulnya menyewa kamar kos. Namun, dia jarang menempati. Sehari-hari dia tidur di emperan toko sembako di Jalan Pasar Baru. Tidak ada selimut, dia tidur beralaskan kardus. Pakaian yang dibawanya terbatas dan lusuh. Juga bau pesing. Mandi pun di kamar mandi umum pasar.

Selain jalannya tertatih-tatih, gaya bicara Mustofa agak lambat. Suaranya juga terdengar lirih. Dia memang sudah lima tahun mengalami stroke.

Mustofa  memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan menjadi tukang parkir tidak resmi. Penghasilannya paling banyak Rp50 ribu sehari. Pada hari saat Mustofa bertemu Kang Dedi malam itu, dia hanya mendapat penghasilan Rp20 ribu.

Setiap bulan dia harus membayar uang sewa kos Rp300 ribu per bulan. Sisa penghasilannya dari jasa parkir untuk makan.

Bungkusan plastik keresek yang dibawanya berisi nasi. Setelah dibuka, Kang Dedi menemukan lauknya ada ikan asin. Kang Dedi bilang ada banyak pantangan bagi orang yang mengalami stroke. Di antaranya ikan asin, kuning telur, dan lainnya.

“Bapak stroke tapi jam segini masih makan, apa nggak bahaya?” tanya Kang Dedi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI