Suara Denpasar- Kang Dedi Mulyadi mulai pertanyakan keberadaan guru ngaji Anne Ratna yang ikut umroh bareng beberapa hari lalu.
Guru ngaji atau guru spiritual Anne Ratna ini menjadi pertanyaan Kang Dedi Mulyadi sampai menyebut-nyebut soal syariat Islam.
Seharusnya kata dia, si guru spiritual ini memberikan arahan bagaimana seharusnya sikap seorang istri pada suaminya.
Kang Dedi lalu mencontohkan saat pergi umroh, Anne Ratna disebut-sebut tidak mengajukan izin kepada mantan Bupati Purwakarta dua periode ini.
"Misalnya bicara syariat Islam kalau saya sih merasa diri saya awam walaupun saya mantan ketua cabang HMI, embu (Anne Ratna) kan baru selesai umroh, pergi umroh bersama keluarga dan anak saya Yudistira sama gurunya. Pertanyaannya adalah boleh gak sih orang pergi umroh ke suaminya gak izin menurut syariat islam," kata Kang Dedi Mulyadi dikutip dari unggahan akun youtube pribadinya KDM Channel, diutip pada Jumat (18/11).
Soal pertanyaan mengenai apa boleh atau tidak menurut syariat Islam istri pergi jauh tanpa izin dari suaminya.
"Silakan guru ngaji yang jawab, dan guru ngajinya seharusnya juga tanya ke saya pada suaminya ini istrinya mau pergi sama saya, saya minta izin dan ridho, nah tugas guru ngaji itu mendamaikan," jelasnya.
"Tugas guru ngaji bukan memberikan hukuman pada seseorang, jadi Anda misalnya murid di pengajiannya bermasalah, tugas gurunya adalah mendamaikan telepon saya istrinya ngadu ini, ngadu itu, bukan sekadar ngasih air doa agar anaknya lupa sama bapaknya, itu tidak boleh," ungkap Kang Dedi.
Pernyataan ini disampaikan Kang Dedi Mulyadi usai sidang gugatan perceraian di Pengadilan Agama Purwakarta yang dilayangkan Anne Ratna Mustika. ***