Suara Denpasar- Dedi Mulyadi bertemu dengan tukang ojek online (ojol) untuk mengantarkannya ke Pengadilan Agama Purwakarta.
Usai mengantarkan ke kantor pengadilan untuk menghadiri sidang gugatan cerai dari Anne Ratna, si tukang ojol yang bernama Bayu ini berbincang mengenai arti kebahagiaan di sebuah kafe.
Kang Dedi Mulyadi seolah memberikan sindiran halus soal arti kebahagiaan yang setiap orang itu akan selalu berbeda.
Seperti misalnya kebahagiaan tukang ojol ini, kebahagiaanya adalah bisa mengisi oli untuk kerja dan bisa memberikan uang untuk istri dan anak.
"Jadi kebahagiaan itu kalau tidak disyukuri tidak akan pernah ketemu, (tapi) yang sudah cukup (harta) tapi tidak bahagia juga berarti ada sesuatu yang harus dikontemplasikan," jelasnya dikutip dari akun Kang Dedi Mulyadi (KDM) Channel, Jumat (18/11).
Kata Kang Dedi Mulyadi bahagia itu sederhana, seperti bahagianya tukang ojol yang dia ajak minum kopi ini.
"Ini (menunjuk ojol) bahagianya apa, dapat setoran buat motor, kebeli beras, kebeli minyak goreng sekolahin anak-anak, bahagianya segitu," ungkapnya.
Pada pernyataan inilah Kang Dedi seolah menyinggung usai dirinya disebut tidak bertanggung jawab soal kewajiban memberikan uang ke Anne Ratna?.
Kang Dedi menyebut jika sudah mampu menyekolahkan anak-anak dan uang atau hartanya bahkan sampai tiga keturunan tidak habis namun tidak bahagia, maka yang bersangkutan harus belajar lagi.
"Kalau sudah sekolahin anak-anak, kemudian (hartanya) sudah tiga keturnan kedepan sudah cukup, tapi masih belum bahagia juga berarti kita harus belajar bersyukur, karena kalau tidak disyukuri nanti kufur, kalau kufur hatinya tertutup tidak akan pernah bahagia," ulasnya.
Kata dia hidup harus disyukuri dan dinikmati, terlebih banyak oang yang lebih susah.
"Hidup apa adanya, di atas bahagia di bawah bahagia," ungkap Kang Dedi Mulyadi.
Sebelumnya Kang Dedi Mulyadi sempat menjawab tudingan dirinya yang tidak memberikan nafkah kepada Bupati Purwakarta Anne Ratna.
Kang Dedi menyebut jika dirinya sudah membayar semua pajak dan listrik aset milik keluarga Anne Ratna, sampai Rp20 juta sebulan, termasuk biaya kuliah atau sekolah anak-anaknya.
Sedangkan di satu sisi Anne Ratna selaku Bupati Purwakarta kata Dedi Mulyadi sudah ditanggung semua kebutuhannya oleh negara dari keperluan rumah tangga hingga keperluan lainnya, termasuk juga dengan gaji yang tinggi. ***