Suara Denpasar – Keharmonisan rumah tangga Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika tidak semulus dengan perjalanan karir keduanya.
Masalah kini menerpa, disaat keduanya sedang memasuki puncak karir yang gemilang. Dedi Mulyadi mulus menuju senayan dan menjadi anggota DPR RI. Begitu pula Anne Ratna Mustika melenggang menduduki jabatan Bupati Purwakarta.
Perjalanan cinta antara Anne Ratna Mustika dan Dedi Mulyadi memang cukup panjang. Semenjak Dedi Mulyadi sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta tahun 2000 lalu. Singkatnya hingga keduanya resmi menikah di tahun 2003 lalu.
Lalu dimana pertemuan awal Dedi Mulyadi dengan Anne Ratna Mustika. Jika mengulik kisah keduanya. Seperti di lansir kanal YouTube ahmad maryawan, dikutip Suara Denpasar, Senin (21/11/2022).
Ketika Dedi Mulyadi duduk sebagai anggota legislatif Komisi E DPRD Purwakarta, Dedi memang kerap kali menjalin komunikasi dengan pihak ekskuitf.
Salah satunya dengan Paman Ambu Anne Ratna Mustika, Bunyamin Dudih yang sebagai Bupati Purwakarta tahun 2000 an.
Kedatangan Dedi Mulyadi saat itu juga menjalin komunikasi sebagai anggota legislatif dengan pihak eksekutif. Membuat Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika kerap bertemu dan berkomunikasi di rumah paman dari Anne Ratna Mustika.
Komunikasi yang intens dan Anne Ratna Mustika yang berparas ayu membuat Dedi Mulyadi tertarik kala itu. Akhirnya Dedi Mulyadi pun membulatkan tekad untuk mempersunting Ambu Anne Ratna pada tahun 2003.
Awalnya hubungan Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika tidak direstui oleh Paman Anne Ratna Bunyamin Dudih. Itu lantaran Dedi Mulyadi dinilai terlalu mengkritisi kebijakan yang dibuat Paman Ambu. Maklum saja kala itu Dedi Mulyadi berjiwa aktivis gerakan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta.
Baca Juga: Gempa Terkini di Kupang, Satu Rumah Ambruk Rata dengan Tanah
Meski tidak direstui oleh Paman Ambu Anne Bunyamin Dudih. Dedi Mulyadi yang meiliki niat baik akhirnya menikahi Anne Ratna Mustika.
Setelah menikah dengan Anne Ratna Mustika, Dedi Mulyadi sudah dikaruniai tiga orang anak masing-masing bernama Ahmad Habibie Putra Bungsu Maula Akbar, Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip dan paling bungsu bernama Hyang Sukma Ayu. ***