Suara Denpasar - Belajar tentang sejarah perjuangan Indonesia bisa lebih asyik jika dengan mengunjungi museum.
Di Kabupaten Bondowoso ada museum kereta api yang menyajikan banyak sejarah perkeretaapian, termasuk tragedi gerbong maut yang menggugurkan 46 pejuang Indonesia di masa agresi militer 1 Belanda.
Jika anda akan berkunjung ke sana, bisa catat jam buka dan tarik masuk pasca re-opening museum kereta api Bondowoso pada Rabu (23/11/2022).
Vice President PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (PT KAI Daop) IX Jember Broer Rizal menjelaskan bahwa museum kereta api ini adalah satu satunya di Bondowoso.
Titiknya berada di bekas stasiun kereta api lama di kecamatan/kabupaten Bondowoso yang telah lama mati suri.
"Dengan adanya museum kereta api ini, bisa jadi jujukan untuk belajar sejarah perkeretapian zaman dahulu. Di sini ada sekitar 180 koleksi yang bisa dilihat," sebut Broer Rizal.
Tidak hanya oleh PT KAI Daop IX Jember, pembukaan kembali museum itu juga dilakukan oleh Bupati KH. Salwa Arifin yang diwakili oleh Asisten II Pemkab Bondowoso, Abdur Rahman.
"Museum kereta api ini sangat bagus sebagai sarana edukasi masyarakat," tuturnya saat memberikan sambutan.
Mengenai jadwal operasional, museum kereta api ini buka setiap Senin sampai Jumat.
Baca Juga: Bukan Cewek, Sopir Land Cruiser Berpelat RFQ Penabrak 9 Motor di Sunter Ternyata Pria Diduga Mabuk
Untuk Senin - Kamis dibuka pada 08.00 sampai 11.00, kemudian 13.00 sampai 16.00 WIB.
Sementara di hari jumat dibuka pada 08.00 sampai 10.00 dan 13.00 sampai 15.00 saja.
Mengenai tarif, awalnya PT KAI Daop IX Jember menggratiskan dan terbuka untuk umum.
"Kemungkinan ke depan ada tarif untuk biaya pemeliharaan di museum," ucap Broer Rizal tanpa menyebut nominal.
Untuk diketahui, stasiun kereta api di Bondowoso memang mati suri sejak tahun 2004 karena penutupan jalur kalisat - panarukan kala itu.
Sehingga banyak aset PT KAI di jalur setempat terbengkalai, termasuk deretan stasiun kecilnya.