“Apapun yang terjadi saya bangga sama Pak Dedi. Semangat terus Pak Dedi. Jangan hiraukan mulut-mulut yang berbisa,” tulis @asepmuhidin4243.
“Tidak patut ditiru. Seorang pemimpin berbicara seperti itu. Semangat Kang Dedi Mulyadi. Mati satu tumbuh seribu,” lanjut @delihernawan3892.
“Nu komen kabeh ngadukung ka Pak Haji Dedi Mulyadi... mantap,” tukas @ujangabidin8682.
“Purwakarta menjadi kota yang bagus itu hasil KDM. Ibu pun menjadi bupati itu hasil KDM, masyarakat memilih ibu karena melihat kinerja KDM. Coba periode depan ibu nyalon lagi apa bisa ibu menang lagi. Saya tetap bangga kepada Bapak Dedi Mulyadi. Saya yakin Pak Dedi jadi gubernur Jawa Barat,” papar @muniralponsochanel7961.
“Sehat selalu Pa Dedi, semoga mendapat penggaanti. Yang lebih solehah,” kata @ranioktavianarani7896.
“Ini yang buat Dedi merasa aneh dengan istrinya setelah naik jadi bupati. Banyak perubahan di diri Anne. Dedi yang rendah hati suka menolong dan Anne yang tiba-tiba berubah menjadi sindrom of power setelah jadi bupati,” lanjut @hizkiaonibala1901.
“Tanpa pak Dedi, Ambu gak seperti sekarang Ambu ingat,” kata @paijaharplos4541.
“Denger ini, malah jadi lebih respect ka KDM,” tulis @rmgrandymuhammadgumilar6949.
“Inilah bupati terlebai di Indonesia, malu-maluin,” terang @abudarussalam9131.
Baca Juga: Dijatah 5 Hari Bersama Hyang Sukma Ayu, Kang Dedi Mulyadi: Nyi Hyang Makin Betah Bersama Saya
“Itulah sifat aslinya bupatinya Purwakarta,” singkat @herykurniawan6378.
“Ga usah segitunyaa menjelekkan ayah dari anak-anakmu. Bukan contoh yang baik bagi rakyat apalagi bagi seorang perempuan,” jelas @deon4006.
“Habis umroh bukan tambah baik tapi makin menjelek-jelakan suami astagfirulloh ini guru ngajinya gimana,” @pujasarimanoe3582.
“Katanya balik umroh ko gitu,” tuding @dumyatidm7350.
“Mau ngomong apapun tetap KDM yang terbaik, eneng siapa? gibah mulu,” lanjut @ravicchung9808.
“Ambu ngagogoreng Bapak Nnyi Hyang, Yudistira, sadar Bu. Bageur ceuk ibu duka ceuk nusanesmah... nyarios kasar. Ampun dah,” pungkas @yanamulyana2116. (*)