denpasar

Lukisan Tokoh NU Diletakkan Sembarangan, Dedi Mulyadi Berang, Tuding Tak Tahu Sejarah

Suara Denpasar Suara.Com
Sabtu, 03 Desember 2022 | 02:21 WIB
Lukisan Tokoh NU Diletakkan Sembarangan, Dedi Mulyadi Berang, Tuding Tak Tahu Sejarah
Lukisan Tokoh NU Diletakkan Sembarangan, Dedi Mulyadi Berang, Tuding Tak Tahu Sejarah.

Suara Denpasar- Dedi Mulyadi merasa tersinggung karena lukisan miliknya yang banyak menampilkan tokoh-tokoh besar seperti tokoh Nahdlatul Ulama' (NU) serta para pahlawan diletakan sembarang di depan gedung kembar Purwakarta.

Hal ini bermula dari sikap Pemkab Purwakarta yang mengambil alih aset pemerintah berupa gedung kembar yang selama ini ditempati Dedi Mulyadi untuk berkantor.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika sebelumnya menyebut jika gedung kembar itu ditempati secara ilegal selama empat tahun.

Karena itu Pemkab kata Anne Ratna Mustika kembali mengambil alih gedung kembar dan akan digunakan sebagai kantor salahsatu OPD di lingkup Pemkab Purwakarta.

Pasca pernyataan itu, tidak berselang lama semua lukisan di dalam gedung koleksi Dedi Mulyadi sudah dilepas dan ditempatkan di luar gedung.

Lukisan-lukisan itu banyak menampilkan para pahlawan serta tokoh karismatik, seperti tokoh pendiri NU Hasyim As'ari, kemudian Buya Hamka, Sukarno, Mbah Maridjan dan sejumlah tokoh Indonesia lainnya.

Kang Dedi pun kemudian mengangkut satu persatu lukisan yang disebut penuh sejarah tersebut.

Saat lukisan bergambar Hasyim Asari berada di luar gedung kembar, Kang Dedi Mulyadi pun merasa tersinggung.

Dia menilai siapapun yang meletakkan lukisan itu sembarangan di luar gedung adalah sebagai orang yang tidak paham sejarah.

Baca Juga: Akun WhatsApp di HP Kini Juga Bisa Dipakai Barengan di Tablet, Ini Caranya

"Ini orang kalau gak menghargai, gak ngerti sejarah hanya menjadikan NU sebagai sesuatu yang saya.. sudahlah gak usah diceritain. Jadi kalau gak ngerti sejarah, orang bilang mencintai NU, orang bilang jamaah NU, orang bilang membutuhkan NU, ya hanya politik?," katanya kesal seperti yang dia unggah di akun Kang Dedi Mulyadi Channel dikutip pada Sabtu (3/12).

"Kalau mencintai NU gak mencintai ini (lukisan Hasyi As'ari) ya bohong, mencintai NU berarti mencintai Hasyim Asari, gimana sih diletakkan di luar sembarangan saja, harusnya gak boleh diletakkan sembarangan saja, Buya Hamka, Hasyim As'ari, kita orang NU," jelasnya.

Tampak juga lukisan dari Sukarno, kemudian lukisan dari Suharto, kemudian BJ Habibie dan sejumlah toko besar lainnya di Indonesia. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI