denpasar

Gibran Wali Kota Solo, Itu Kesalahan Megawati: Munculnya Anies Bukti Kegagalan Kaderisasi Partai

Suara Denpasar Suara.Com
Minggu, 04 Desember 2022 | 10:15 WIB
Gibran Wali Kota Solo, Itu Kesalahan Megawati: Munculnya Anies Bukti Kegagalan Kaderisasi Partai
Pengamat Politik dan Vilsafat Rocky Gerung bersama Jurnalis Senior Hersubeno Arief dalam sebuah tayangan YouTube (YouTube Rocky Gerung Official)

Suara Denpasar - Rocky Gerung memang dikenal dengan statemennya yang nyelekit dan cadas.

Dia menilai bahwa munculnya Gibran Rakabuming Raka sebagai wali kota Solo adalah bentuk feodalisme dan kesalahan Megawati Soekarnoputri. Sebab, ini menunjukkan bahwa partai gagal melakukan kaderisasi.

Di samping itu munculnya Gibran juga menyingkirkan kader potensial yang ada di wilayah Solo, Jawa Tengah. Di sisi lain ada "kesan" Gibran dipaksakan padahal belum menjadi kader partai saat itu.

"Gibran itu bukan anggota partai. Dia harusnya masuk partai dulu dan merasakan pasang surut partai, baru boleh jadi tokoh atau kader dalam pengertian PDIP," kata Rocky Gerung dalam kanal youtubenya saat bincang-bincang santai dengan Hersubeno Arief, wartawan senior seperti dikutip denpasar.suara.com, Minggu (4/12/2022).

Di sisi lain Megawati juga tidak menghalangi majunya Gibran lewat PDI Perjuangan saat itu.

Selain itu juga dia menyoroti fenomena munculnya Anies Baswedan dalam bursa calon presiden pada pemilu 2024. Ini juga menambah panjang daftar kegagalan partai politik dalam kaderisasi.

Sebab, Anies Baswedan yang juga mantan gubernur DKI Jakarta itu bukan orang partai politik. Melainkan seorang akademisi yang kini dicalonkan oleh Nasdem.

"Jadi sebenarnya partai politik ditawan karena tidak ketersediaan kader sehingga harus outsource (mencari di luar)," terangnya.

Kegagalan partai politik dalam melakukan kaderisasi tentu akan menimbulkan rasa pragmatis banyak pihak.

Baca Juga: Presiden Itu Bukan Raja, Rocky Gerung Tolak RKUHP karena Berbahaya Bagi Demokrasi

Di mana, partai politik hanya dinilai sebatas tiket semata untuk melenggangkan niat politik. Jadi, beberapa pemikiran malah menyebut parpol hanya akan mengusung sosok yang memiliki banyak uang atau membawa uang semata.

"Orang masuk partai politik hanya untuk menambah biografinya," tukasnya dampak dari minimnya pendidikan politik di Indonesia. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI