Suara Denpasar - Mantan pemain Persib Bandung yang kini memperkuat Bhayangkara FC, Yanto Basna mengungkapkan perjuangannya untuk menembus Liga Indonesia.
Berawal dari mengikuti program pelatihan sepakbola SAD Indonesia, ia lolos seleksi untuk mengikuti program pelatihan dengan SAD Uruguay.
Yanto Basna menjadi satu-satunya pemain yang bertahan di Uruguay hingga tiga tahun lamanya, saat itu ia masih berusia 15 tahun.
Selain itu, ia juga merupakan jebolan Persib Youth dan Sriwijaya youth, namun klub profesional pertamanya adalah Mitra Kukar.
Pemain yang berposisi sebagai bek tengah ini mengaku sempat kesulitan untuk mendapatkan klub di Liga Indonesia.
Yanto Basna mengatakan hampir semua klub menolaknya lantaran namanya tak begitu familiar di sepakbola Tanah Air.
“Hampir semua tim menolak saya waktu itu,” ucap Yanto, dikutip dari Kanal YouTube Lensa Olahraga Senin (5/12/2022).
Pemain asal Papua ini mengatakan saat itu klub-klub cenderung melihat pemain dari nama besarnya bukan dari skill.
“Bukan kalo Indonesia kan rata-rata kayak gitu,” imbuhnya.
Namun ia juga tak memungkiri jika beberapa klub di Indonesia saat ini masih seperti yang dikatakannya.
“Kalo di Indonesia tahun itu, beberapa tahun yang lalu sampai sekarang juga masih ada, ada klub yang melihat menilai itu dari nama besar juga, padahal tidak melihat setidaknya kalian coba tiga hari dua hari gitu (trial) untuk lihat, jadi ya banyak anak-anak juga yang ditolak karena itu,” ujarnya.
Sehingga itulah sebabnya, klub profesional pertamanya adalah Mitra Kukar. Lantaran saat itu tim dipimpin oleh pelatih asing yang tak begitu familiar dengan pemain Indonesia.
“Makanya saya di Mitra Kukar karena pelatih asing waktu itu, dia gak tau pemain sama sekali , di baru dari Thailand juga orang Inggris,” kata Yanto.
Selain itu, mental juga menjadi alasan utama ia memilih Mitra Kukar.
“Kalau saya berpikir waktu itu ambil klub besar di awal-awal mungkin mental saya belum siap, jadi ketika saya disitu mungkin sudah hilang sebelum waktunya, tapi ketika saya di klub yang kecil dapat jam terbang,” katanya.