Suara Denpasar – Terungkap fakta menarik dari hasil penelitian Dr. Rina Nurhayati yang melakukan riset Biografi Kang Dedi Muladi berjudul “Intituisi Dedi Mulyadi Studi Biografi pada Brand Identity dan Personal Branding”.
Banyak hal tentang sosok Kang dedi Mulyadi belum diketahui publik, meski saat ini sedang berpraha rumah tangga dengan istrinya Ambu Anne Ratna Mustika.
Jika merujuk hasil penetian Dr. Rina yang menyandang gelar doktor komunikasi Universitas Padjajaran Bandung (Unpad).
Ternyata jiwa sebagai orang pemimpin dan memiliki intutisi sejak kecil. Banyak orang yang bilang karir Dedi Mulyadi dengan jiwa pemimpin mulai lahir sejak menjadi DPRD Purwakarta.
Itu tidak sebenarnya dikatakan Dr. Rina, jiwa kepemimpinannya itu dari waktu masa kuliah saat menjadi aktivis HMI.
“Itulah, cikal bakal jadi orang pemimpin sejak zaman kuliah. Banyak memimpin teman-teman. Bahkan itu sejatinya sejak kecil dilakukan. Dedi Mulyadi ini kerap jadi imam di Musholla dan Masjid,” terang Dr. Rina saat diwawancarai oleh Kanal YouTube Purwanto Channel 2 Agustus 2022, dikutif Suara Denpasar, Senin (5/12/2022).
Sosok Kang Dedi Mulyadi memang unik dan menarik. Jiwa kemimpinan terbentuk sejak kecil. Bahkan saat kecil Dedi Mulyadi berjulukan (sebutan) Si Amil. Julukan si Amil ini karena Dedi taat ibadah, suka Adzan dimasjid, jadi imam di masjid hingga puasa hari Senin dan Kamis dari kecil sampai menjadi anggota DPRI tetap dia lakukan.
“Sisi religi lainnya, bertirakat. Ini yang diajarkan oleh Ayah Kandungnya kepada Dedi Mulyadi. Maka tidak heran turunan tirakat ini menguatkan aspek hati yakni intituisi,” beber Dr. Rina yang mengupas tuntas study bukunya disertasi Biografi Dedi Mulyad.
Nama sebutan lainnya dari Kang Dedi adalah H. Udin. Kemudia Sinting Purwakarta Sate maranggi, Iket Kepala dan Sri Baduga, Gedung Kembar, Museum Diorama. Indetik sudah sinonim dengan Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Perjalanan Karier Marullah Matali yang Dicopot Heru Budi dari Sekda DKI
“Iket kepala yang kerap digunakan Dedi Mulyadi dari sejak menjadi Wakil Bupati 2003. Dan sekarang cirri khas demikian banyak yang menggunakan,” ungkapnya.
Fakta lain dari sosok Dedi Mulyadi adalah dia mengagumi dan mengamalkan konsep Prabu Siliwangi yakni Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh.
“Dedi ternyata senang membaca buku. Literasi ini yang membuatnya tertata bahasa dan vocal berbicara,” pungkasnya. ***