Suara Denpasar – Konser dua D! Dedi Mulyadi dan Sule saling sindir di panggung pesantren Al-Jauhari Garut, karena ini.
Pada acara maulid Pesantren Al-Jauhari, Garut, Dedi Mulyadi hadir sebagai tamu undangan kehormatan.
Acara maulid yang sangat ramai itu diadakan di halaman pesantren dan dihadiri oleh ratusan siswa siswi dan orang tua.
Acara itu pun diselingi dengan hiburan yang diramaikan oleh pelawak kondang asal tanah Sunda, siapa lagi kalau bukan Sule.
Sule yang dipercaya untuk meramaikan panggung maulid pesantren Al-Jauhari itu ditemani oleh ceu Piyah, yang berdandan menyerupai mamah Dedeh.
Datang belakangan, Dedi Mulyadi yang baru saja tiba di lokasi, langsung diserbu massa termasuk pembawa acara dan para pelawaknya.
Melihat kedatangan sang tokoh masyarakat yang sedang viral itu, ceu Piyah langsung menyambutnya dengan candaan.
Candaan dimulai dengan sebuah momen penting yang ditujukan bagi kedua orang populer itu, dengan status yang kebetulan sama.
Ledekan maut ceu Piyah meluncur, sehingga kedua pria yang baru saja menyandang status duda itu terkekeh sambil menahan diri.
“Cie reuni!” ucap ceu Piyah menyambut kedatangan Dedi Mulyadi yang tampak malu-malu.
Reuni yang dimaksud oleh ceu Piyah tidak lain dan tidak bukan karena kedua pria tajir melintir itu merupakan seorang duda dan satu lagi calon duda jika gugatan cerai Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika dimenangkan majelis hakim Pengadilan Agama Purwakarta.
Yang kehidupannya menjadi sorotan, selain karena popularitasnya, bagi Dedi Mulyadi ditambah posisinya sebagai tokoh masyarakat.
Candaan dari ceu Piyah langsung disambar pembawa acara, menjadikan suasana yang dipenuhi siswa siswi itu semakin riuh.
“Hidup dua D!” teriak pembawa acara menyemangati Dedi Mulyadi dan Sule. Dua D, artinya adalah dua duda.
Tak bisa marah, Dedi Mulyadi dan Sule tampak saling menguatkan, mereka terlihat begitu akrab dengan obrolan khas Sundanya.