Suara Denpasar-Kang Dedi Mulyadi rupanya masih tak terima dirinya dituding tak memberikan nafkah terhadap keluarga dan juga sang istri Anne Ratna Mustika. Dimana bupati Purwakarta itu menggugat cerai Dedi Mulyadi karena beberapa alasan. Salah satunya tak pernah diberikan nafkah lahir batin.
Terkait hal itu, Dedi Mulyadi membantah secara tegas. Dia mengungkap bahwa dirinya turut andil dalam suksesnya sang istri menjadi bupati Purwakarta. Entah itu dari segi biaya kampanye, hingga sosok Kang Dedi sebagai mantan bupati yang secara tak langsung menguntungkan Ambu Anne saat pencalonan.
"Yang berikutnya ada proses Ambu menjadi bupati. Satu, ada kontribusi yang bersifat, mungkin secara personal ada kontribusi personal dari kepemimpinan sebelumnya dalam bentuk keberhasilan pembangunan. Membuat brand," kata Kang Dedi di akun Youtubenya.
Dedi Mulyadi menyebut ada pembiayaan yang dia keluarkan dari saku pribadinya saat itu. "Mungkin walaupun tidak berkontribusi besar terhadap pencalonan. Ada pembiyaan yang dikeluarkan," tambahnya.
Bahkan selesai Pilkada yang akhirnya membuat Ambu Anne terpilih, Kang Dedi masih memiliki kewajiban membayarkan sejumlah biaya yang nilaian fantastis. Miliaran rupiah.
"Nah yang kedua, setelah pilkada ada kewajiban yang saya selesaikan. Ada pembiayaan yang saya bayarkan. Angkanya lumayan. Miliaran," tambahnya.
Sehingga nantinya fakta-fakta itu akan disampaikan Kang Dedi melalui pengacaranya dalam lanjutan sidang gugatan perceraian dengan penggugat sang istri di Pengadilan Agama Purwakarta di waktu mendatang.
"Nanti yang akan disampaikan pengacara kepada majelis hakim adalah, kalau ada tuduhan tidak memberikan nafkah, lantas pembiayaan yang dikeluarkan untuk menunjang keberhasilan seorang istri menjadi bupati, baik sebelum pencalonan maupun setelah pencalonan, apa kategorinya?," Imbuhnya
"Apakah bisa dikategorikan nafkah atau bukan?," tandas Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Waduh! Si Cantik Aurelie Moeremans Diraba-Raba Sama Kakek Sugiono Nih, Netizen Malah Senang